alexametrics
23C
Malang
Tuesday, 2 March 2021

Di Tempat Ini, Pengunjung Bisa Nikmati Sensasi Ngopi Sambil Keceh

MALANG– Nyaris setahun bergulat dengan pandemi, perlahan sektor pariwisata di Kabupaten Malang kembali bangkit. Termasuk Wana Wisata Alam Coban Jahe yang berada di Dusun Krajan, Desa Taji, Kecamatan Jabung. Belakangan, wisata yang berada di wilayah Perum Perhutani KPH Malang tersebut mulai berinovasi dengan menambah fasilitas untuk menarik kunjungan wisatawan.

”Yang terbaru, kami baru saja menambahkan fasilitas tempat duduk di sepanjang sungai yang dekat dengan Coban Tarzan, konsepnya seperti kafe, tapi pengunjung bisa sambil berendam,” kata Kepala Resor Pengelolaan Hutan (KRPH) Sukopuro Agung Purwito. Dirintis sejak dua bulan belakangan, fasilitas tambahan yang mereka beri nama Kafe Keceh tersebut sukses meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

”Rata-rata yang datang karena penasaran dan mereka akhirnya kerasan. Jadi kadang kembali ke sini lagi dengan mengajak teman-temannya, kalau akhir pekan terkadang juga sampai antre,” kata Agung. Sejak munculnya wahana Kafe Keceh, kunjungan wisatawan di Coban Jahe yang sebelumnya sempat terjun bebas pun perlahan mulai mengalami kenaikan. ”Peningkatannya sampai 30 persen, sekarang malah ada yang memang datang hanya untuk menikmati sensasi ngopi sambil keceh (bermain air) di sini,” imbuh dia. Selain sensasi ngopi di Kafe Keceh, pengunjung juga dimanjakan dengan jajanan tradisional khas warga setempat.

Secara keseluruhan, Agung menuturkan bahwa kunjungan wisatawan di Coban Jahe memang belum pulih sepenuhnya. Saat hari aktif jumlah wisatawan yang berkunjung rata-rata hanya mencapai 20 sampai 40 pengunjung saja per hari, sementara di akhir pekan jumlah pengunjung berkisar antara 100 sampai 150 orang. Padahal saat kondisi normal, jumlah pengunjung Coban Jahe bisa mencapai 400 sampai 700 pengunjung saat weekend.

Masih gara-gara pandemi, pengunjung wisata alam tersebut juga masih terbatas pada wisatawan lokal. ”Kalau sebelum pandemi dulu, apalagi sejak exit tol Pakis dibuka, pengunjung kami banyak yang berasal dari luar kota, seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto,” sambung Agung.

Tidak perlu khawatir merogoh kocek dalam-dalam jika ingin berkunjung ke sana. Untuk masuk ke Kafe Keceh, pengunjung hanya perlu membayar tiket seharga Rp 5 ribu saja per orang, sama dengan harga tiket untuk masuk ke wilayah Camp Apache. Sementara untuk masuk ke wilayah Cobam Jahe cukup dengan membayar Rp 10 ribu rupiah saja. Namun, karena masih dalam situasi pandemi, pihak pengelola juga mewajibkan para pengunjung untuk menerapkan protokol kesehatan 3 M, yakni menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan sebelum masuk area wisata. (rmc/c1/iik)

MALANG– Nyaris setahun bergulat dengan pandemi, perlahan sektor pariwisata di Kabupaten Malang kembali bangkit. Termasuk Wana Wisata Alam Coban Jahe yang berada di Dusun Krajan, Desa Taji, Kecamatan Jabung. Belakangan, wisata yang berada di wilayah Perum Perhutani KPH Malang tersebut mulai berinovasi dengan menambah fasilitas untuk menarik kunjungan wisatawan.

”Yang terbaru, kami baru saja menambahkan fasilitas tempat duduk di sepanjang sungai yang dekat dengan Coban Tarzan, konsepnya seperti kafe, tapi pengunjung bisa sambil berendam,” kata Kepala Resor Pengelolaan Hutan (KRPH) Sukopuro Agung Purwito. Dirintis sejak dua bulan belakangan, fasilitas tambahan yang mereka beri nama Kafe Keceh tersebut sukses meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

”Rata-rata yang datang karena penasaran dan mereka akhirnya kerasan. Jadi kadang kembali ke sini lagi dengan mengajak teman-temannya, kalau akhir pekan terkadang juga sampai antre,” kata Agung. Sejak munculnya wahana Kafe Keceh, kunjungan wisatawan di Coban Jahe yang sebelumnya sempat terjun bebas pun perlahan mulai mengalami kenaikan. ”Peningkatannya sampai 30 persen, sekarang malah ada yang memang datang hanya untuk menikmati sensasi ngopi sambil keceh (bermain air) di sini,” imbuh dia. Selain sensasi ngopi di Kafe Keceh, pengunjung juga dimanjakan dengan jajanan tradisional khas warga setempat.

Secara keseluruhan, Agung menuturkan bahwa kunjungan wisatawan di Coban Jahe memang belum pulih sepenuhnya. Saat hari aktif jumlah wisatawan yang berkunjung rata-rata hanya mencapai 20 sampai 40 pengunjung saja per hari, sementara di akhir pekan jumlah pengunjung berkisar antara 100 sampai 150 orang. Padahal saat kondisi normal, jumlah pengunjung Coban Jahe bisa mencapai 400 sampai 700 pengunjung saat weekend.

Masih gara-gara pandemi, pengunjung wisata alam tersebut juga masih terbatas pada wisatawan lokal. ”Kalau sebelum pandemi dulu, apalagi sejak exit tol Pakis dibuka, pengunjung kami banyak yang berasal dari luar kota, seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto,” sambung Agung.

Tidak perlu khawatir merogoh kocek dalam-dalam jika ingin berkunjung ke sana. Untuk masuk ke Kafe Keceh, pengunjung hanya perlu membayar tiket seharga Rp 5 ribu saja per orang, sama dengan harga tiket untuk masuk ke wilayah Camp Apache. Sementara untuk masuk ke wilayah Cobam Jahe cukup dengan membayar Rp 10 ribu rupiah saja. Namun, karena masih dalam situasi pandemi, pihak pengelola juga mewajibkan para pengunjung untuk menerapkan protokol kesehatan 3 M, yakni menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan sebelum masuk area wisata. (rmc/c1/iik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru