alexametrics
24.7 C
Malang
Monday, 4 July 2022

Tradisi Unik Suro ala Sobat Gurun, dari Susu Hingga Yute

RADARMALANG – Umat Islam di berbagai belahan dunia sedang menyambut tahun baru Islam yang jatuh pada Kamis (20/8) yakni 1 Muharram 1442 Hijriah. Selain bisa melaksanakan amalan puasa sunah, umat muslim juga merayakan pergantian tahun sesuai budaya masing-masing.

Mengutip dari Destinationksa.com pada Jumat (21/08) Jeddah, kota beriklim gurun yang terletak di tepi Laut Merah ini menganggap Tahun Baru Islam sebagai tahun awal untuk mulai memperbaiki diri. Mereka juga memiliki sejumlah tradisi yang bermakna mendalam sebagai bentuk suka cita mereka atas kedatangan bulan Muharram kembali.

Tepat pada 1 Muharram pagi mereka akan menyiapkan segelas susu segar, yang bermakna mereka telah putih dan bersih dari segala kesalahan sesuai dengan anggapan mereka terhadap tahun baru Islam. Sementara pada siang harinya, warga Arab Saudi ini menyiapkan hidangan makanan berwarna hijau. Warna hijau mengartikan diri mereka telah terbekati di awal tahun. Salah satunya yang populer adalah mulukhiya. Sup sayur asal mesir kuno yang berbahan utama yute (sayur mentah) dan daging sapi.

Selain itu, kota berjuluk Al-Babul Haramaini yang berarti pintu gerbang dua tanah haram ini menyiapkan juga teh almond dengan sedikit madu. Rasa manis yang didapat dari minuman itu bermakna tahun baru merupakan salah satu kebahagiaan mereka yang patut dirayakan.

Kebiasaan lainnya, masyarakat Jeddah tidak mengujungi pemakaman di hari pertama Muharram, karena hal tersebut dapat mengundang kesedihan. Bagi warga Timur Tengah ini Tahun Baru Islam harus diisi dengan sesuatu yang menyenangkan, termasuk kegiatan dan makanan yang dihidangkan.

Penulis : Ita Sukartina

RADARMALANG – Umat Islam di berbagai belahan dunia sedang menyambut tahun baru Islam yang jatuh pada Kamis (20/8) yakni 1 Muharram 1442 Hijriah. Selain bisa melaksanakan amalan puasa sunah, umat muslim juga merayakan pergantian tahun sesuai budaya masing-masing.

Mengutip dari Destinationksa.com pada Jumat (21/08) Jeddah, kota beriklim gurun yang terletak di tepi Laut Merah ini menganggap Tahun Baru Islam sebagai tahun awal untuk mulai memperbaiki diri. Mereka juga memiliki sejumlah tradisi yang bermakna mendalam sebagai bentuk suka cita mereka atas kedatangan bulan Muharram kembali.

Tepat pada 1 Muharram pagi mereka akan menyiapkan segelas susu segar, yang bermakna mereka telah putih dan bersih dari segala kesalahan sesuai dengan anggapan mereka terhadap tahun baru Islam. Sementara pada siang harinya, warga Arab Saudi ini menyiapkan hidangan makanan berwarna hijau. Warna hijau mengartikan diri mereka telah terbekati di awal tahun. Salah satunya yang populer adalah mulukhiya. Sup sayur asal mesir kuno yang berbahan utama yute (sayur mentah) dan daging sapi.

Selain itu, kota berjuluk Al-Babul Haramaini yang berarti pintu gerbang dua tanah haram ini menyiapkan juga teh almond dengan sedikit madu. Rasa manis yang didapat dari minuman itu bermakna tahun baru merupakan salah satu kebahagiaan mereka yang patut dirayakan.

Kebiasaan lainnya, masyarakat Jeddah tidak mengujungi pemakaman di hari pertama Muharram, karena hal tersebut dapat mengundang kesedihan. Bagi warga Timur Tengah ini Tahun Baru Islam harus diisi dengan sesuatu yang menyenangkan, termasuk kegiatan dan makanan yang dihidangkan.

Penulis : Ita Sukartina

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/