alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

PPKM Diperpanjang, Wisata Jatim Park Group Tutup Hingga 31 Juli

KOTA BATU – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diperpanjang, mengakibatkan aktifitas wisata di Kota Apel masih harus berhenti. Salah satunya, Jawa Timur (Jatim) Group yang terpaksa harus tutup hingga 31 Juli mendatang.

Manager Marketing dan Public Relation Jawa Timur (Jatim) Park Group, Titik S. Ariyanto, mengaku akan tetap patuh terhadap keputusan pemerintah yang memperpanjang kebijakan PPKM tersebut.

“Kami akan tetap mematuhi peraturan, hingga 31 Juli nanti kami tetap tutup,” ujarnya.

Terkait penutupan tersebut, secara otomatis karyawan JTP Group juga harus diliburkan. Beberapa juga menyesuaikan dengan kondisi kebutuhan di masing-masing Park di JTP Group itu sendiri.

“Karyawan diliburkan, tapi ya tergantung masing-masing park-nya,” tambahnya.

Bukan hanya JTP Group yang terdampak akibat perpanjangan PPKM Darurat ini, namun juga, sektor perhotelan, dan restoran di Kota Batu. Sejak awal pandemi mereka mengalami kerugian yang cukup besar.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi, mengaku berat sekali di situasi pandemi yang mengkhawatirkan ini.

“Sektor wisata, hotel, dan restoran memang mengalami kerugian yang cukup besar, namun kami juga harus tetap punya rasa empati dengan para tenaga kesehatan yang saat ini mungkin kewalahan,” ujar Sujud.

Meski demikian, para karyawan yang di rumah kan dan terdampak tetap mendapatkan bantuan melalui program Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Pemkot Batu. Harapan sujud, semoga pandemi cepat berlalu, masyarakat tetap patuh dengan protokol kesehatan dan kebijakan dari pemerintah, serta tiga sektor yang terdampak bisa pelan-pelan bangkit seperti sedia kala.

Pewarta : Roisyatul Mufidah

KOTA BATU – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diperpanjang, mengakibatkan aktifitas wisata di Kota Apel masih harus berhenti. Salah satunya, Jawa Timur (Jatim) Group yang terpaksa harus tutup hingga 31 Juli mendatang.

Manager Marketing dan Public Relation Jawa Timur (Jatim) Park Group, Titik S. Ariyanto, mengaku akan tetap patuh terhadap keputusan pemerintah yang memperpanjang kebijakan PPKM tersebut.

“Kami akan tetap mematuhi peraturan, hingga 31 Juli nanti kami tetap tutup,” ujarnya.

Terkait penutupan tersebut, secara otomatis karyawan JTP Group juga harus diliburkan. Beberapa juga menyesuaikan dengan kondisi kebutuhan di masing-masing Park di JTP Group itu sendiri.

“Karyawan diliburkan, tapi ya tergantung masing-masing park-nya,” tambahnya.

Bukan hanya JTP Group yang terdampak akibat perpanjangan PPKM Darurat ini, namun juga, sektor perhotelan, dan restoran di Kota Batu. Sejak awal pandemi mereka mengalami kerugian yang cukup besar.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi, mengaku berat sekali di situasi pandemi yang mengkhawatirkan ini.

“Sektor wisata, hotel, dan restoran memang mengalami kerugian yang cukup besar, namun kami juga harus tetap punya rasa empati dengan para tenaga kesehatan yang saat ini mungkin kewalahan,” ujar Sujud.

Meski demikian, para karyawan yang di rumah kan dan terdampak tetap mendapatkan bantuan melalui program Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Pemkot Batu. Harapan sujud, semoga pandemi cepat berlalu, masyarakat tetap patuh dengan protokol kesehatan dan kebijakan dari pemerintah, serta tiga sektor yang terdampak bisa pelan-pelan bangkit seperti sedia kala.

Pewarta : Roisyatul Mufidah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/