alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Kantongi Sertifikat Prokes, Wisatawan Mulai Datangi Kaliwatu Rafting

KOTA BATU – Mulai pulihnya kunjungan wisatawan ke Kota Batu tidak terlepas dari keluarnya izin protokol kesehatan (Prokes) dari Dinas Pariwisata Kota Batu. Salah satu destinasi wisata yang sedang merangkak pulih adalah Kaliwatu Rafting di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji.

“(Wisatawan) sudah mulai datang, tapi bedanya mayoritas pengunjung sekarang adalah keluarga. Jarang sekali ditemui rombongan lebih dari 30 orang,” terang Anggara Jaya Wardhana, Manager Marketing Kaliwatu Rafting, Selasa (22/12).

Anggara mengakui, kekhawatiran di tengah kondisi pandemi yang masih ada adalah alasan masih belum banyaknya wisatawan yang datang berombongan.
Ia menuturkan bahwa pengelola sudah melakukan pengoptimalan protokol kesehatan dengan baik. Maka dari itu dia percaya diri untuk membuka wisata ini kembali. “Dari Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) sendiri sudah mengeluaran standar protokol kesehatan. Dan semua sudah kami penuhi,” ucapnya.

Beberapa protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dan pemerikasaan suhu badan dilakukan pada seluruh pengunjung yang masuk. Selain itu, wisatawan harus memastikan kesehatannya dalam kondisi fit sebelum datang ke tempat rafting.

Dia menjelaskan, di dalam area wisata pun terdapat ruang isolasi, guna antisipasi jika ada pelancong dengan suhu badan di atas normal. Mereka akan diisolasi sebentar untuk melihat perkembangannya. Jika suhu badan tak kunjung turun terpaksa pihak pengelola akan mengirim rujukan ke rumah sakit terdekat. Pelancong yang hadir juga dipisah menjadi beberapa gelombang guna menghindari tumpukan masa besar.

Anggara mengungkapkan, kini jumlah pengunjung yang hadir mulai stabil meski masih jauh dibandingan sebelum wabah virus korona menyerang. Sekarang setiap minggunya mereka biasa menerima 200 wisatawan dari luar maupun dalam daerah.

Lebih lanjut dijelaskan Anggara, ongkos yang dipatok untuk bisa menikmati Kaliwatu Rafting ada dua macam. Yakni, sebesar Rp 215 ribu untuk jalur bawah dan Rp 195 ribu jalur atas setiap orangnya. Fasilitas yang disediakan di antaranya makan, snack, dan perlengkapan arung jeram. Wisatawan akan mendapatkan pengalaman unik dan ekstrem dalam 1,5 sampai 2 jam pengarungan sungai.

“Saran saya untuk seluruh wisatawan agar menanyakan pada pihak pengelola apakah sudah ada sertifikat standar protokol kesehatan atau belum. Itu yang menjadi hal terpenting untuk saat ini,” tegas dia.

Pewarta: Wildan Agta Affirdausy

KOTA BATU – Mulai pulihnya kunjungan wisatawan ke Kota Batu tidak terlepas dari keluarnya izin protokol kesehatan (Prokes) dari Dinas Pariwisata Kota Batu. Salah satu destinasi wisata yang sedang merangkak pulih adalah Kaliwatu Rafting di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji.

“(Wisatawan) sudah mulai datang, tapi bedanya mayoritas pengunjung sekarang adalah keluarga. Jarang sekali ditemui rombongan lebih dari 30 orang,” terang Anggara Jaya Wardhana, Manager Marketing Kaliwatu Rafting, Selasa (22/12).

Anggara mengakui, kekhawatiran di tengah kondisi pandemi yang masih ada adalah alasan masih belum banyaknya wisatawan yang datang berombongan.
Ia menuturkan bahwa pengelola sudah melakukan pengoptimalan protokol kesehatan dengan baik. Maka dari itu dia percaya diri untuk membuka wisata ini kembali. “Dari Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) sendiri sudah mengeluaran standar protokol kesehatan. Dan semua sudah kami penuhi,” ucapnya.

Beberapa protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dan pemerikasaan suhu badan dilakukan pada seluruh pengunjung yang masuk. Selain itu, wisatawan harus memastikan kesehatannya dalam kondisi fit sebelum datang ke tempat rafting.

Dia menjelaskan, di dalam area wisata pun terdapat ruang isolasi, guna antisipasi jika ada pelancong dengan suhu badan di atas normal. Mereka akan diisolasi sebentar untuk melihat perkembangannya. Jika suhu badan tak kunjung turun terpaksa pihak pengelola akan mengirim rujukan ke rumah sakit terdekat. Pelancong yang hadir juga dipisah menjadi beberapa gelombang guna menghindari tumpukan masa besar.

Anggara mengungkapkan, kini jumlah pengunjung yang hadir mulai stabil meski masih jauh dibandingan sebelum wabah virus korona menyerang. Sekarang setiap minggunya mereka biasa menerima 200 wisatawan dari luar maupun dalam daerah.

Lebih lanjut dijelaskan Anggara, ongkos yang dipatok untuk bisa menikmati Kaliwatu Rafting ada dua macam. Yakni, sebesar Rp 215 ribu untuk jalur bawah dan Rp 195 ribu jalur atas setiap orangnya. Fasilitas yang disediakan di antaranya makan, snack, dan perlengkapan arung jeram. Wisatawan akan mendapatkan pengalaman unik dan ekstrem dalam 1,5 sampai 2 jam pengarungan sungai.

“Saran saya untuk seluruh wisatawan agar menanyakan pada pihak pengelola apakah sudah ada sertifikat standar protokol kesehatan atau belum. Itu yang menjadi hal terpenting untuk saat ini,” tegas dia.

Pewarta: Wildan Agta Affirdausy

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/