alexametrics
26 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

PPKM Diperlonggar, Pengunjung Wisata Religi Gunung Kawi Masih Minim

RADAR MALANG – Pelonggaran aturan PPKM mulai berdampak terhadap kunjungan wisata di Kabupaten Malang. Hal ini terlihat di komplek Pesarean Eyang Jugo dan Mbah Iman Sujono Gunung Kawi pada Sabtu (23/10).

Meski belum seperti sebelum pandemi, pengunjung mulai berdatangan ke area pemakaman. Namun beberapa penginapan dan rumah makan di kawasan tersebut banyak yang masih tutup. Sunyoto, salah satu pemilik usaha penginapan mengatakan, dirinya sengaja menutup sementara lokasi penginapannya. Sebab jumlah pengunjung di kawasan Gunung Kawi masih masih belum stabil. “Daripada kosong yang sekalian aja ditutup dulu sementara,” kata Sunyoto.

Berbeda dengan pemilik usaha lainnya, Liem Kwim. Pemilik usaha rumah makan itu mengatakan jika dirinya sengaja membuka restorannya hanya sampai pukul 14.30 WIB. Liem mengatakan, dirinya tidak mau menanggung resiko banyak masakan yang terbuang karena sepi pengunjung.

Namun hal tersebut tidak berlaku di Kleteng Kwan Im yang berada di kawasan tersebut. Layanan ciamsie masih tetap dibuka. Memasuki bangunan dengan luasnya kurang lebih 8×7 meter persegi itu, Radar Malang disambut oleh kuncen rumah, Ki Setyo Wahyudi.

Dia mengatakan, ritual kebudayaan masih tetap terlaksana di Gunung Kawi, “Malam Jumat kemarin kami masih tetap wayangan, cuma ya tidak semalaman. Jam 12 (malam,red) sudah selesai,” jelas Wahyu.

Dia menambahkan, saat malam Jumat legi lalu juga sempat ada grosokan (inspeksi) dari Satgas Covid-19 setempat. Namun operasi tersebut bertujuan untuk mengantisipasi kedatangan peziarah dari luar. “Ya lewat depan sini, cuman aman saja. Karena kami ini menggelar adat istiadat dengan tetap berprotokol kesehatan,” tambahnya.

Jika dipantau di pemakaman Eyang Jugo dan Mbah Iman Sujono, terlihat pengunjung yang berziarah berdoa dengan tetap mematuhi peraturan protokol kesehatan. Edi Sarwono, salah satu peziarah asal Kediri yang datang disana mengatakan jika dirinya memang sengaja datang ke Gunung Kawi hanya untuk berziarah. “Ya cuma ke sini (makam) aja, nggak nginap,” ucap bapak 2 anak itu.

Terpisah, salah satu abdi dalem Agus Sunyoto mengatakan, pihaknya berharap agar tempat wisata religi seperti di Gunung Kawi bisa segera dibuka untuk pengunjung. Dari hasil evaluasi pengecekan di pos bawah gapura, dia menyebut bahwa rata-rata pengunjung sudah mendapatkan vaksin ke-2. “Jadi ya harapannya segera normal, kasian yang jauh-jauh (dari luar Malang). Masak doa jadi nggak khusyuk karena terbentur waktu pembatasan,” sesalnya.

Pewarta: Bayu Suryo Kusumo

RADAR MALANG – Pelonggaran aturan PPKM mulai berdampak terhadap kunjungan wisata di Kabupaten Malang. Hal ini terlihat di komplek Pesarean Eyang Jugo dan Mbah Iman Sujono Gunung Kawi pada Sabtu (23/10).

Meski belum seperti sebelum pandemi, pengunjung mulai berdatangan ke area pemakaman. Namun beberapa penginapan dan rumah makan di kawasan tersebut banyak yang masih tutup. Sunyoto, salah satu pemilik usaha penginapan mengatakan, dirinya sengaja menutup sementara lokasi penginapannya. Sebab jumlah pengunjung di kawasan Gunung Kawi masih masih belum stabil. “Daripada kosong yang sekalian aja ditutup dulu sementara,” kata Sunyoto.

Berbeda dengan pemilik usaha lainnya, Liem Kwim. Pemilik usaha rumah makan itu mengatakan jika dirinya sengaja membuka restorannya hanya sampai pukul 14.30 WIB. Liem mengatakan, dirinya tidak mau menanggung resiko banyak masakan yang terbuang karena sepi pengunjung.

Namun hal tersebut tidak berlaku di Kleteng Kwan Im yang berada di kawasan tersebut. Layanan ciamsie masih tetap dibuka. Memasuki bangunan dengan luasnya kurang lebih 8×7 meter persegi itu, Radar Malang disambut oleh kuncen rumah, Ki Setyo Wahyudi.

Dia mengatakan, ritual kebudayaan masih tetap terlaksana di Gunung Kawi, “Malam Jumat kemarin kami masih tetap wayangan, cuma ya tidak semalaman. Jam 12 (malam,red) sudah selesai,” jelas Wahyu.

Dia menambahkan, saat malam Jumat legi lalu juga sempat ada grosokan (inspeksi) dari Satgas Covid-19 setempat. Namun operasi tersebut bertujuan untuk mengantisipasi kedatangan peziarah dari luar. “Ya lewat depan sini, cuman aman saja. Karena kami ini menggelar adat istiadat dengan tetap berprotokol kesehatan,” tambahnya.

Jika dipantau di pemakaman Eyang Jugo dan Mbah Iman Sujono, terlihat pengunjung yang berziarah berdoa dengan tetap mematuhi peraturan protokol kesehatan. Edi Sarwono, salah satu peziarah asal Kediri yang datang disana mengatakan jika dirinya memang sengaja datang ke Gunung Kawi hanya untuk berziarah. “Ya cuma ke sini (makam) aja, nggak nginap,” ucap bapak 2 anak itu.

Terpisah, salah satu abdi dalem Agus Sunyoto mengatakan, pihaknya berharap agar tempat wisata religi seperti di Gunung Kawi bisa segera dibuka untuk pengunjung. Dari hasil evaluasi pengecekan di pos bawah gapura, dia menyebut bahwa rata-rata pengunjung sudah mendapatkan vaksin ke-2. “Jadi ya harapannya segera normal, kasian yang jauh-jauh (dari luar Malang). Masak doa jadi nggak khusyuk karena terbentur waktu pembatasan,” sesalnya.

Pewarta: Bayu Suryo Kusumo

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/