21.3 C
Malang
Friday, 3 February 2023

TPU Kasin, Wisata Religi yang Tertunda

MALANG KOTA – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengubah tempat pemakaman umum (TPU) Kasin menjadi wisata religi tertunda. Itu karena pemerintah harus fokus menanggulangi pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu. Meski belum menjadi wisata religi, namun banyak kunjungan di TPU Kasin. Mayoritas mereka berziarah. Itu karena ada dua tokoh yang dimakamkan di TPU Kasin. Yakni Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih dan putranya, Habib Abdullah bin Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih.

Tokoh-tokoh tersebut termasuk pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hadist Al-Faqihiyyah di Kiduldalem, Kota Malang. Puncak kunjungan biasanya ketika jelang Haul Akbar Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih. ”TPU sudah ramai kunjungan sejak lima hari sebelum haul akbar. “Puncaknya ketika haul pada Minggu lalu (22/1). Bisa mencapai 5.000 peziarah,” ungkap penjaga TPU Kasin Sriati, kemarin. Hingga 2-3 hari setelah haul, dia mengatakan, pengunjung makam TPU Kasin masih membeludak. Yakni sekitar 2.000 per hari.

Pengunjung tersebut tidak hanya datang dari Kota Malang, tapi juga beberapa daerah di luar Jawa Timur (Jatim). Di antaranya dari Jakarta, Bekasi, dan Palembang. Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Pemakaman Umum (PPU) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Subaedi mengatakan, TPU Kasin juga sudah dilengkapi gapura sebagai identitasnya. “Adanya gapura bisa menambah nilai TPU Kasin sebagai objek wisata religi,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya masih perlu koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang. Koordinasi itu untuk mewujudkan TPU Kasin sebagai wisata religi. Selain itu, pihaknya fokus untuk revitalisasi TPU Kasin, tepatnya tiga atau empat bulan ke depan. (yun/dan)

MALANG KOTA – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengubah tempat pemakaman umum (TPU) Kasin menjadi wisata religi tertunda. Itu karena pemerintah harus fokus menanggulangi pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu. Meski belum menjadi wisata religi, namun banyak kunjungan di TPU Kasin. Mayoritas mereka berziarah. Itu karena ada dua tokoh yang dimakamkan di TPU Kasin. Yakni Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih dan putranya, Habib Abdullah bin Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih.

Tokoh-tokoh tersebut termasuk pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hadist Al-Faqihiyyah di Kiduldalem, Kota Malang. Puncak kunjungan biasanya ketika jelang Haul Akbar Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih. ”TPU sudah ramai kunjungan sejak lima hari sebelum haul akbar. “Puncaknya ketika haul pada Minggu lalu (22/1). Bisa mencapai 5.000 peziarah,” ungkap penjaga TPU Kasin Sriati, kemarin. Hingga 2-3 hari setelah haul, dia mengatakan, pengunjung makam TPU Kasin masih membeludak. Yakni sekitar 2.000 per hari.

Pengunjung tersebut tidak hanya datang dari Kota Malang, tapi juga beberapa daerah di luar Jawa Timur (Jatim). Di antaranya dari Jakarta, Bekasi, dan Palembang. Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Pemakaman Umum (PPU) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Subaedi mengatakan, TPU Kasin juga sudah dilengkapi gapura sebagai identitasnya. “Adanya gapura bisa menambah nilai TPU Kasin sebagai objek wisata religi,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya masih perlu koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang. Koordinasi itu untuk mewujudkan TPU Kasin sebagai wisata religi. Selain itu, pihaknya fokus untuk revitalisasi TPU Kasin, tepatnya tiga atau empat bulan ke depan. (yun/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru