alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Wisatawan Berdatangan, Dinkes: Batu Sudah Aman

KOTA BATU – Ramainya kunjungan wisatawan akhir-akhir ini membangkitkan lagi gairah Kota Wisata Batu (KWB) yang sempat senyap. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mengaku sudah siap akan lonjakan pengunjung tersebut. Diikuti dengan tren penderita Covid–19 yang sudah berangsur menurun.

Hal itu seperti yang diungkapkan Kepala Bidang Pelayanan Sumberdaya Kesehatan Dinkes Kota Batu Icang Sarazzin. “Tentu jelas kita sudah mempersiapkan semuanya. Protokol kesehatan di tempat wisata, hiburan, dan ibadah tetap diperketat. Ibaratnya, Batu kini sudah aman (dari Covid-19),” ucapnya.

Ia yakin bahwa Batu sudah aman dan nyaman untuk dikunjungi. Klaster baru pun juga tidak akan muncul dengan pemberlakuan standar kesehatan yang baik.
Icang mewajibkan di setiap tempat wisata ataupun hiburan harus ada alat penunjang protokol. Seperti pengadaan tempat cuci tangan dan ruang isolasi. Jika pengunjung memiliki suhu badan yang tidak normal, maka akan diarahkan untuk menunggu suhu badannya turun di ruangan itu. Bila tak kunjung turun terpaksa dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Ia juga menjelaskan bahwa memakai masker dan menjaga jarak merupakan hal penting lain untuk langkah keamanan. “Kami sudah sering mengingatkan, tinggal masyarakat mau menjalankan atau tidak. Kalau kita terus menggaung–gaungkan saja tanpa diperhatikan, ya percuma. Kesadaran dari diri sendiri paling utama,” terangnya.

Dari segala kesiapan yang sudah dimiliki, Icang berharap perputaran roda ekonomi masyarakat bisa kembali berputar. “Jika sudah berjalan kembali seperti biasa, protokol tetap harus ditaati. Untuk kenyamanan dan keamanan kita bersama,” kata dia.

Mayoritas wisata di Kota Batu memang telah memiliki standar kesehatan yang baik. Mereka juga berupaya semaksimal mungkin untuk bisa menghibur tanpa memberikan rasa was–was terhadap pelancong. Contohnya, seperti yang telah dipersiapkan wisata Selecta.

Mereka melakukan pendataan pengunjung sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai bentuk penanggulangan jika sewaktu–waktu ada kondisi yang tidak diinginkan. “Ramainya wisatawan membuat kami juga harus memperketat sesuai peraturan yang ada,” ungkap Direktur Wisata Selecta Sujud Hariadi ditemui terpisah.

Sujud menambahkan, pembatasan jumlah wisatawan pun sudah dilakukan yakni hanya menerima 5.000 pengunjung per hari dari 15 ribu kapasitas yang ada. Petugas keamanan pun rutin menyisir area wisata guna mengingatkan pengunjung yang lalai akan protokol kesehatan.

Sekarang, rombongan besar pelancong luar kota sudah terlihat. Karena semenjak pandemi kebanyakan wisatawan didominasi oleh rombongan keluarga saja. Perkembangan baik yang menandakan bangkitnya daya tarik wisata Batu. “Semoga bisa lebih ramai seperti dulu lagi. Masyarakat juga sudah rindu berekreasi di tengah penat pekerjaan,” harapnya.

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy

KOTA BATU – Ramainya kunjungan wisatawan akhir-akhir ini membangkitkan lagi gairah Kota Wisata Batu (KWB) yang sempat senyap. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mengaku sudah siap akan lonjakan pengunjung tersebut. Diikuti dengan tren penderita Covid–19 yang sudah berangsur menurun.

Hal itu seperti yang diungkapkan Kepala Bidang Pelayanan Sumberdaya Kesehatan Dinkes Kota Batu Icang Sarazzin. “Tentu jelas kita sudah mempersiapkan semuanya. Protokol kesehatan di tempat wisata, hiburan, dan ibadah tetap diperketat. Ibaratnya, Batu kini sudah aman (dari Covid-19),” ucapnya.

Ia yakin bahwa Batu sudah aman dan nyaman untuk dikunjungi. Klaster baru pun juga tidak akan muncul dengan pemberlakuan standar kesehatan yang baik.
Icang mewajibkan di setiap tempat wisata ataupun hiburan harus ada alat penunjang protokol. Seperti pengadaan tempat cuci tangan dan ruang isolasi. Jika pengunjung memiliki suhu badan yang tidak normal, maka akan diarahkan untuk menunggu suhu badannya turun di ruangan itu. Bila tak kunjung turun terpaksa dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Ia juga menjelaskan bahwa memakai masker dan menjaga jarak merupakan hal penting lain untuk langkah keamanan. “Kami sudah sering mengingatkan, tinggal masyarakat mau menjalankan atau tidak. Kalau kita terus menggaung–gaungkan saja tanpa diperhatikan, ya percuma. Kesadaran dari diri sendiri paling utama,” terangnya.

Dari segala kesiapan yang sudah dimiliki, Icang berharap perputaran roda ekonomi masyarakat bisa kembali berputar. “Jika sudah berjalan kembali seperti biasa, protokol tetap harus ditaati. Untuk kenyamanan dan keamanan kita bersama,” kata dia.

Mayoritas wisata di Kota Batu memang telah memiliki standar kesehatan yang baik. Mereka juga berupaya semaksimal mungkin untuk bisa menghibur tanpa memberikan rasa was–was terhadap pelancong. Contohnya, seperti yang telah dipersiapkan wisata Selecta.

Mereka melakukan pendataan pengunjung sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai bentuk penanggulangan jika sewaktu–waktu ada kondisi yang tidak diinginkan. “Ramainya wisatawan membuat kami juga harus memperketat sesuai peraturan yang ada,” ungkap Direktur Wisata Selecta Sujud Hariadi ditemui terpisah.

Sujud menambahkan, pembatasan jumlah wisatawan pun sudah dilakukan yakni hanya menerima 5.000 pengunjung per hari dari 15 ribu kapasitas yang ada. Petugas keamanan pun rutin menyisir area wisata guna mengingatkan pengunjung yang lalai akan protokol kesehatan.

Sekarang, rombongan besar pelancong luar kota sudah terlihat. Karena semenjak pandemi kebanyakan wisatawan didominasi oleh rombongan keluarga saja. Perkembangan baik yang menandakan bangkitnya daya tarik wisata Batu. “Semoga bisa lebih ramai seperti dulu lagi. Masyarakat juga sudah rindu berekreasi di tengah penat pekerjaan,” harapnya.

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/