MALANG KABUPATEN – Kecelakaan tunggal melibatkan satu truk terjadi di Jalur Lingkar Barat (Jalibar), Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang Senin diri hari (17/7).
Sebuah truk Mitsubishi Fuso bermuatan 12 ton ampas tebu terguling dan melintang di jalan yang menghubungkan Kecamatan Kepanjen dengan Ngajum tersebut.
Satu ruas jalan pada Jalibar Kepanjen Kabupaten Malang itu sempat tutup hingga pukul 09.30. Karena, petugas melakukan proses evakuasi truk dan pembersihan jalan.
Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 02.00. Lokasinya tepat setelah Jembatan Jalibar dari arah barat.
Pengemudi truk yang bernama Putra Ardana menjelaskan kronologi kecelakaan di Jalibar Kepanjen Kabupaten Malang.
Malam itu dia membawa ampas tebu dari Blitar ke PG Kebonagung untuk bahan bakar produksi gula.
”Tadi malam (kemarin) itu saya kaget waktu memasuki jalan yang agak berbelok. Kondisinya sangat gelap. Saya salah injak kopling, akhirnya truk jadi selip, kemudian mundur dan akhirnya ambruk,” ujarnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin pagi, titik kecelakaan itu berada tepat sebelum tikungan dengan kontur jalanan yang menanjak.
Tidak ada lampu penerangan jalan di kawasan tersebut. Wajar kalau Putra mengatakan kondisi jalan sangat gelap pada tengah malam.
Proses evakuasi truk warna cokelat dengan nomor polisi S 9170 UW itu baru bisa berlangsung mulai pukul 08.00.
Namun sejak Senin dini hari sudah ada enam pekerja yang membongkar muatan ampas tebu dari bak truk. Ampas itu juga menutup salah satu ruas Jalibar.
Karena salah satu jalur di Jalibar itu tertutup truk dan ampas tebu, polisi memberlakukan sistem contraflow.
Jalur di depan Taman Puspa Kepanjen menuju arah Talangagung menjadi dua arah. Panjangnya sekitar 600 meter ke arah timur hingga persimpangan.
”Kami beri tanda kalau jalan tutup dan ada pengalihan. Itu juga untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan panjang,” kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Malang Ipda Andi Agung.
Proses evakuasi dan pembersihan jalan berlangsung lebih cepat setelah bulldozer datang.
Alat berat itu dengan cepat meminggirkan muatan ampas tebu dari tengah jalan. Beberapa truk juga datang untuk memuat ampas yang tumpah.
”Muatan truk itu memang harus dikeluarkan lebih dulu. Tujuannya agar truk lebih ringan saat ditarik untuk mengembalikan ke posisi semula,” terang Andi.
Butuh dua alat berat untuk mengembalikan truk ke posisi semula. Satu alat berat bertugas menarik dari sisi timur, sedangkan satu bulldozer mendorong dari arah barat. Proses evakuasi tuntas pada pukul 09.30. (pri/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana