KEPANJEN – Penyaluran beras untuk warga miskin di Kabupaten Malang terus digulirkan. Seperti terlihat kemarin (13/11), beras sebanyak 3,43 ton dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang berkolaborasi dengan Badan Usaha Logistik (Bulog) Cabang Malang dibagikan kepada 343 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pembagian beras dilakukan di Kantor Desa Mojosari, Kecamatan Kepanjen.
"Penerima termasuk warga miskin yang penghasilannya di bawah UMP (Upah Minimum Provinsi). Lansia yang sudah hidup sendiri juga kami masukkan sebagai KPM," ujar Kepala Urusan (Kaur) Tata Usaha Desa Mojosari Yopy Prasetya Adi. Mereka juga sudah terdaftar di Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).
Sesuai Keputusan Menteri Sosial (Mensos) nomor 146/HUK/2013 tentang Penetapan Kriteria dan Pendataan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu, terdapat 11 kriteria yang masuk dalam pendataan. Di antaranya pengangguran atau mempunyai pekerjaan tetapi tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar, sebagian besar pengeluaran hanya untuk memenuhi konsumsi pokok yang sangat sederhana.
Yopy juga menyebutkan, bantuan tersebut sudah disalurkan setiap satu bulan sekali sejak awal tahun 2023. Dengan jumlah KPM tetap, total beras yang sudah disalurkan mencapai 37,73 ton. “Waktu awal-awal dulu sempat tidak tersalurkan satu bulan. Jadi, bulan berikutnya kami salurkan dua kali lipat,” kata operator bantuan sosial (bansos) itu.
Sebelum datang ke kantor desa, undangan pengambilan beras tersebut disampaikan dua hari sebelumnya. KPM harus mengambil sesuai tanggal yang sudah dijadwalkan. “Namun, kalau ada yang berhalangan, akan kami antarkan ke rumahnya. Supaya mempercepat proses penyaluran,” lanjutnya.
Masriah, 56, salah satu penerima beras tersebut cukup terbantu dengan adanya bantuan itu. Mengingat, harga beras yang masih tinggi. "Bantuan ini memang sesuai dengan kebutuhan kami," ucapnya. Warga Dusun Gambiran tersebut juga bersyukur mendapatkan bahan pokok. Sehingga, penghasilan suaminya yang bekerja sebagai buruh tani dapat dialokasikan untuk keperluan lain. (yun/nay)
Editor : Ahmad Yani