Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kisah Danrem 083/Baladhika Jaya saat Jadi Komandan Pasukan PBB, Emban Misi Perdamaian di Perbatasan Israel dan Lebanon

Mahmudan • Senin, 4 Maret 2024 | 18:09 WIB
Kol Inf Setyo Wibowo berada di ruang kerjanya. Perwira menengah TNI itu resmi menjabat Komandan Korem (Danrem) 083/ Baladhika Jaya sejak 24 Februari lalu.
Kol Inf Setyo Wibowo berada di ruang kerjanya. Perwira menengah TNI itu resmi menjabat Komandan Korem (Danrem) 083/ Baladhika Jaya sejak 24 Februari lalu.

SIANG itu, Kolonel Inf Setyo Wibowo ngantor di Makorem 083/Baladhika Jaya.

Prajurit TNI itu menceritakan pengalamannya 5 tahun silam, saat bergabung di pasukan perdamaian PBB.

Kala itu, ia mendapat amanah untuk memimpin prajurit Satgas Kontingen Garuda Unifil di Lebanon Selatan.

Tak sembarangan prajurit bisa menjadi bagian dari Satgas Kontingen Garuda Unifil. Ada serangkaian seleksi yang harus dijalani lebih dulu. Itu juga dialami Setyo sebelum berangkat ke Lebanon.

Seleksi dilakukan untuk melihat kesiapan, baik dari segi fisik maupun mental.

Selain itu, kemampuan bahasa Inggris juga tak kalah penting.

Sebab, kontingen Garuda Unifil akan bergabung dengan kontingen dari berbagai negara lainnya.

“Totalnya ada puluhan negara yang bertugas di sana (Lebanon),” ungkapnya.

Di antaranya dari Italia, Prancis, Turki, dan beberapa negara lainnya.

Untuk itu penguasaan bahasa Inggris diperlukan guna koordinasi dan komunikasi antar kontingen dari mancanegara. Tugas Setyo menjaga kondusivitas di perbatasan Lebanon dan Israel.

Namun, ia juga terlibat dalam upaya-upaya pencegahan terhadap potensi perang.

Tentu ia menyadari risikonya, termasuk jika harus kehilangan nyawa.

Bahkan sejak memutuskan menjadi prajurit TNI, ia sudah siap bertaruh nyawa untuk NKRI.

Ada satu momen yang Setyo ingat betul.

Saat itu suasana di perbatasan tengah memanas. Itu lantaran pasukan tentara Israel mengarahkan moncong tank merkavanya ke arah Lebanon.

Hal itu dianggap sebuah ancaman bagi pasukan tentara Lebanon.

Sesaat setelah itu pasukan Lebanon menyiagakan sederet alutsista untuk bersiap menghalau pasukan tentara Israel.

“Posisi kami saat itu di tengah-tengah,” ucap perwira menengah TNI itu.

Jika saja perseteruan itu tak bisa dicegah, tentu saja pasukan misi perdamaian lah yang akan terimbas lebih dulu.

“Sebab, posisi kami benar-benar di tengah untuk menengahi dan memediasi kedua pasukan dari dua negara tersebut,” imbuhnya.

Namun, akhirnya ketegangan itu bisa redam oleh pasukan perdamaian.

Setyo bertugas di Lebanon mulai Desember 2019 hingga Februari 2021 lalu.

Setahun lebih terlibat dalam pengamanan perbatasan di sana.

Mereka berjaga 24 jam. Dengan pembagian tiga shift.

Kendati begitu, waktu istirahat tak bisa dilakukan secara normal.

“Posisi tidur kami pun siaga,” terangnya.

Meski begitu, Setyo tak kaget.

Jauh sebelum menjadi prajurit, ia telah akrab dengan kehidupan sang ayah yang juga prajurit.

Anak ketiga dari empat bersaudara itu lahir di keluarga prajurit TNI.

Sosok sang Ayah yang mendorong Setyo mantap menjadi prajurit, meski awalnya sempat memiliki cita-cita lain.

Pria asal Solo itu sempat terpikir untuk menjadi insinyur pertanian.

Itu juga termotivasi dari beberapa sanak keluarga yang memiliki profesi tersebut.

Namun setelah memahami makna perjuangan dan pengabdian sang Ayah, Setyo mantap mengikuti jejaknya.

Pilihan itu sudah bulat sejak SMP.

Sehingga, pada jenjang selanjutnya ia memutuskan masuk di SMA Taruna.

“Di sana mulai lah dibentuk dan digembleng dengan disiplin militer,” ungkapnya.

Setyo pun terbiasa bertugas di berbagai daerah.

Mulai Aceh hingga Papua.

Saat ini ia menjabat sebagai Danrem 083/Baladhika Jaya.

Dengan tugas baru itu ia mengusung sejumlah program.

Di antaranya mendorong prajuritnya menguasai teknologi.

Sebab, ia menilai prajurit TNI dulu dengan sekarang sangat berbeda.

“Kalau dulu perkembangan teknologi belum masif seperti sekarang,” terangnya.

Untuk itu, ia terus mendorong agar literasi prajuritnya menjadi fokus penting.

Setyo yakin penguasaan perubahan zaman bisa membuat peran TNI semakin luas.

Selain itu, kedekatan TNI dengan masyarakat bisa terus dipupuk.

“Apalagi kami juga punya tanggung jawab besar kepada masyarakat,” pungkasnya.

(*/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Kolonel Inf Setyo Wibowo SIp MSos #PBB #pasukan perdamaian pbb #Danrem 083/Baladhika Jaya