Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sarap! Lansia Diduga Cabuli ABK di Comboran Malang, Korban Masih di Bawah Umur

Fathoni Prakarsa Nanda • Jumat, 19 Juli 2024 | 21:18 WIB

 

ilustrasi anak korban pencabulan
ilustrasi anak korban pencabulan

MALANG KOTA - Seorang pria lanjut usia berinisial MS, 70, warga Madyopuro, dilaporkan telah melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur ke Polresta Malang Kota kemarin (18/7). 

Mirisnya, korban yang masih berusia 10 tahun, AZ, merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK). 

Pencabulan dilakukan pada 17 Juli di Pasar Comboran MS merupakan salah satu juragan parkir di Pasar Comboran. 

Dia juga memiliki lapak di pasar tersebut. 

Lokasinya sekitar 10 meter dari lapak milik orang tua AZ, RW, 29, warga Ciptomulyo, Kecamatan Sukun. Kepada wartawan, RW mengaku sempat mengaku kebingungan pada Rabu lalu, sekitar pukul 14.30. 

Baca Juga: Kasus Langka di Sidang PN Malang! Bukan Gangguan Jiwa, Pelaku IQ 68 Cabuli Bocah

Pasalnya, AZ tak lagi terlihat di sekitar lapak miliknya yang menjual barang bekas peralatan rumah tangga di Pasar Comboran. 

RW ini sempat menunggu hingga setengah jam. Tapi AZ tak kunjung terlihat. 

Akhirnya RW memutuskan meninggalkan lapak dan berkeliling pasar untuk mencari anaknya yang mengidap hiperaktif (sangat aktif dan cenderung sulit dikondisikan). 

”Saya berkeliling dan anak saya ketemu di lapak kakek itu,” ujarnya.

RW sempat berterima kasih kepada MS lantaran menduga sudah menjaga anaknya. 

MS juga menasihati RW untuk tidak membiarkan AZ bermain terlalu jauh. 

Bahkan, MS mengaku tahu bahwa AZ adalah ABK dan sudah menganggap bocah itu sebagai cucunya sendiri. 

Saat dibawa kembali ke lapak orang tuanya, AZ bercerita telah dipegang-pegang oleh MS. 

Kemudian dicium, dipeluk, hingga disentuh kemaluannya. 

”Anak saya menunjuk kemaluannya saat bercerita bahwa jari kakek itu dimasukkan ke sana,” ujar RW. 

Mendengar pengakuan itu, RW langsung menghubungi saudaranya yang berprofesi sebagai pengacara dan meminta pendampingan untuk melapor ke Polresta Malang Kota. 

Sesaat setelah membuat laporan, AZ menjalani divisum. 

Hasilnya akan keluar satu hingga dua minggu lagi.

Baca Juga: Sudah Bau Tanah, Kakek asal Mergosono Kota Malang Cabuli Bocah sambil Kendarai Bentor

RW mengaku sudah menghadirkan dua saksi untuk diperiksa penyidik. 

Yaitu dua orang yang berada di sekitar tempat kejadian perkara saat MS melakukan pencabulan. 

Mereka berdua juga yang pertama kali menemukan AZ berada di bilik kamar lapak MS karena dimintai tolong oleh RW ini untuk mencari anaknya.

”Selama ini saya telanjur percaya dengan kakek itu meskipun tidak terlalu kenal. Saya kira orangnya baik karena sempat membelikan jajanan untuk anak saya. Ternyata dia iblisnya,” ujar RW. 

Wajahnya tampak sangat jengkel ketika melihat MS masuk ke ruangan penyidik kemarin siang. (aff/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Dilaporkan #cabuli #abk #lansia