Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

BELAJAR MENGENAL KITAB KUNING DI SEKOLAH PESATREN MTS MUHAMMADIYAH 1 MALANG

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Senin, 12 Agustus 2024 | 20:49 WIB
Photo
Photo

 

Pendidikan karakter tidak hanya mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah kepada anak, tetapi lebih dari itu pendidikan karakter menanamkan kebiasaan (habituation) tentang yang baik sehingga peserta didik paham, mampu merasakan, dan mau melakukan yang baik.

Dengan demikian, pendidikan karakter membawa misi yang sama dengan pendidikan akhlak atau pendidikan moral.

Seseorang dikatakan memiliki karakter Islami jika pikiran, perkataan, dan perbuatan seseorang sesuai dengan syariat agama (Islam). 

Karakter Islami dalam Islam bisa bersumber dari keteladanan Rasulullah.

Dalam rangka pembentukan karakter Islami peserta didik, lembaga pendidikan dianggap memiliki peran penting untuk mencapai hal tersebut.

Dalam Islam sendiri seluruh perilaku dan kebiasaan seseorang harus berlandaskan pada Al Qur’an.

Oleh karena itu MTs Muhammadiyah 1 Malang  atau lebih dikenal dengan Matsamutu merupakan satu-satunya sekolah di Kota Malang yang mengusung sekolah pesantren.

Dua kata yang memiliki makna berbeda. Hal yang mustahil bisa disatukan.

Tetapi berkat ide brilian Kepala Madrasah didukung latar belakang Pendidikan agama yang kuat hal itu bisa disatukan oleh Beliau.

Sekolah Pesantren dicetuskan oleh Ibu Truli Maulida M.Ag yang menakhodai sekolah ini sebagai kepala Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 1 Malang.

Alasan beliau mengusung program sekolah pesantren berawal dari kegelisahan orang tua yang ingin anaknya memiliki pengetahuan dan pemahan agama yang baik tetapi tidak ingin jauh dari anaknya.

Dari kegelisahan orang tua yang dirasakan oleh kepala madrasah ini akhirnya sekolah pesatren diluncurkan. 

 

Kurikulum di sekolah pesantren Matsamutu memadukan kurikulum pemerintah dan kurikulum yang dirancang sekolah sendiri.

Tetapi yang membedakan dengan sekolah lain ialah di sekolah pesantren tidak hanya mengajarkan santri akhlak sesuai norma kesopanan saja.

Para santri juga diajarkan akhlak yang sesuai dengan pedoman Islam.

Suasana pesantren yang kental dengan kegiatan keagamaan bisa dirasakan di sekolah pesantren MTs Muhammadiyah 1 Malang.

Anak-anak lebih banyak mendapatkan Pelajaran agama.

Kecintaan anak-anak terhadap Alquran bisa dirasakan dalam aktivitas mengaji dan tadabur Quran yang setiap hari dilaksanakan. 

Program unggulan di sekolah pesatren adalah mengenal dan mempelajari kitab kuning  yang bertujuan agar siswa dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Arab, baik dalam membaca, menulis, maupun memahami teks-teks klasik.

Dengan mempelajari kitab kuning seringkali memuat ajaran-ajaran yang dapat membentuk karakter dan akhlak mulia.

Hal ini sangat penting dalam pengembangan kepribadian siswa. 

Beberapa pengajar yang lulusan Gontor dan yang memiliki latar belakang pesatren  menjadi ujung tombak dalam pengenalan dan mempelajari kitab kuning.

Tidak hanya itu saja pembiasaan anak-anak juga lewat pembiasaan dzikir pagi dan dzikir sore yang bertujuan supaya anak memiliki benteng keagamaan yang kuat.

Serta menghafalkan hadits dan ayat pilihan menjadikan anak tidak hanya hafal hadits dan ayat tetapi mereka mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh Ketika anak-anak ada yang misuh (istilah Bahasa Jawa) maka guru akan mengingatkan dan mengajak untuk beristigfar serta mereka akan diminta untuk mengimbangi dengan berbuat kebaikan dengan cara membantu pekerjaan rumah misalnya,membersihkan kamar sendiri, mencuci piring atau pekerjaan rumah sehari-hari maka mereka akan mengurangi poin negatif yang sudah didapatkan. 

 

Lewat Pendidikan terintegrasi antara rumah dengan sekolahan menjadi tujuan utama dalam program sekolah pesatren.

Oleh :Uswatun Hasanah,S.Pd

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kitab kuning #pesantren #MTs Muhammadiyah #malang