RADAR MALANG - Universitas Brawijaya Malang yang sudah berdiri sejak tahun 1963 ini termasuk kampus yang berusia tua.
Seperti kampus tua lain, satu atau dua cerita seram dari UB banyak beredar.
Kisah horor atau urban legend di kampus ini sudah jadi cerita turun-temurun dan sudah banyak dibahas di podcast-podcast hingga saat ini.
Salah satu kisah yang paling terkenal dan sering dibicarakan dimana-mana adalah kisah hantu muka rata dari Fakultas Kedokteran.
Baca Juga: Ngeri! Kecelakaan Maut antara Motor dan Truk di Jalan Ijen Malang, Pengendara Honda CBR Tewas
Banyak versi yang menceritakan kisah ini karena versi aslinya hanya diceritakan dari mulut ke mulut dan tidak ada bukti pasti siapa dan dari mana cerita tersebut berasal.
Satu versi mengatakan bahwa hantu ini sering menampakkan diri di perpustakaan, versi lainnya bercerita kalau mereka bertemu hantu ini di dalam bilik atm di dalam kampus.
Konon, hantu ini sering menampakkan dirinya pada mahasiswa-mahasiswa yang masih berada di area kampus sampai larut malam.
Ada yang bilang sosoknya adalah seorang perempuan, yang tidak memiliki mata, hidung, dan mulut.
Tidak ada apa-apa di wajahnya, rata.
Sosok hantu ini sering meneror mahasiswa yang sedang sendirian.
Salah satu cerita yang beredar adalah seorang mahasiswa atau mahasiswi yang sedang mengantri untuk mengambil uang di salah satu ATM di dalam Universitas Brawijaya.
Ia menunggu sendirian di luar karena masih ada orang yang menggunakan ATM di dalam.
Baca Juga: Sambut Halloween, Lushuha Rilis Sabun Tema Hantu
Lama, lama ia menunggu tapi orang di dalam bilik tidak kunjung keluar.
Karena semakin malam ia memutuskan untuk mengetuk pintu atm, meminta orang di dalam untuk keluar.
Betapa kagetnya ia ketika orang yang didalam keluar, karena orang tersebut tidak memiliki wajah alias muka rata.
Namun dibalik betapa ngerinya sosok yang sering menampakkan diri pada mahasiswa UB ini memiliki kisah yang menyedihkan.
Salah satu rumor yang terkenal adalah bahwa sosok ini sebenarnya merupakan arwah dari seorang mahasiswi yang meninggal dunia akibat pelecehan seksual. (CLARESTA & VELLA)