RADAR MALANG-Fenomena Joget Sadbor yang berasal dari Kampung Margasari di Sukabumi, Jawa Barat, telah menarik perhatian publik dan media sosial dalam beberapa bulan terakhir.
Joget ini dipopulerkan oleh Gunawan, pemilik akun TikTok @sadbor86tiktok, dan menjadi viral berkat gerakan yang sederhana namun energik. Namun, di balik kesuksesannya, muncul tuduhan bahwa Joget Sadbor berfungsi sebagai sarana promosi judi online.
Joget Sadbor, yang awalnya dikenal sebagai "Joget Patuk Ayam", menggabungkan gerakan tarian yang ceria dengan semangat kebersamaan di antara para penari.
Gunawan, yang sebelumnya bekerja sebagai penjahit keliling, berhasil mengubah hidupnya berkat popularitas joget ini.
Baca Juga: Tidak Bermoral! Eks Bendahara YMAI Surabaya Diam-Diam Gelapkan Uang Infak, Segini Duit yang Ditilep
Dalam sehari, ia bisa meraup penghasilan antara Rp200 ribu hingga Rp700 ribu, bahkan mencapai Rp21 juta per bulan dari saweran penonton saat siaran langsung di TikTok.
Kehadiran Joget Sadbor tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi warga setempat.
Hal ini mendorong banyak orang untuk ikut serta dalam aksi joget tersebut, berharap mendapatkan penghasilan tambahan.
Meskipun Joget Sadbor telah memberikan dampak positif secara ekonomi bagi masyarakat setempat, beberapa ahli mengungkapkan kekhawatiran bahwa fenomena ini dapat dimanfaatkan untuk promosi judi online.
Ajie Hatadji, seorang dosen yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kampus (SPK), menyatakan bahwa beberapa akun yang memberikan saweran terbesar selama siaran langsung diduga terafiliasi dengan judi online.
Ia menekankan bahwa pelaku kejahatan seringkali pandai beradaptasi dan menemukan cara baru untuk melakukan aktivitas illegal.
Andri Haryanto, seorang pengamat sosial, juga menggarisbawahi potensi bahaya dari fenomena ini. Ia mencatat bahwa masyarakat harus waspada terhadap cara cepat mendapatkan uang yang berisiko tinggi.
Menurutnya, alih-alih memanfaatkan sumber daya lokal secara maksimal, banyak orang lebih tertarik pada cara instan seperti siaran langsung TikTok.
Gunawan alias sadbor sendiri menanggapi tuduhan tersebut dengan tegas. Dalam sebuah video klarifikasi, ia menyatakan bahwa tidak ada kerjasama antara dirinya dan akun-akun judi online.
Ia menjelaskan bahwa banyak akun tersebut masuk ke dalam siaran langsungnya tanpa kontrol dan telah berusaha memblokir mereka.
Baca Juga: Desa Punten Kota Batu Cari Investor untuk Bangun Rest Area
Gunawan menegaskan bahwa tujuan utama dari Joget Sadbor adalah untuk menghibur dan membantu perekonomian masyarakat sekitar.
Kokon, salah satu karyawan Gunawan dan Ketua RT setempat, juga membela keberadaan Joget Sadbor.
Ia menyebutkan bahwa aktivitas ini telah membantu mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan warga kampung.
Menurutnya, tuduhan keterkaitan dengan judi online lebih merupakan hasil dari kecemburuan sosial daripada fakta yang nyata. (Adrian Irfan Pratama)
Editor : Aditya Novrian