RADAR MALANG - Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait kasus penembakan siswa oleh oknum polisi di Semarang.
Dalam unggahannya di platform X, Natalius Pigai menyatakan bahwa ia akan memastikan kasus ini dipantau dengan serius.
“Saya sudah perintahkan staf untuk monitoring kasus ini secara serius,” tulisnya.
Sebelumnya, menteri tersebut sempat menjadi sorotan karena dinilai bungkam terkait insiden ini.
Beberapa tokoh, termasuk komedian dan aktor Abdur Arsyad, turut menyindir sikap diam Pigai.
“Pace @NataliusPigai2, cuma mau kasih tau, ada anak SMA kena tembak polisi di Semarang. Ko su hilang ka lenyap ni?” tulis Abdur di laman X miliknya.
Baca Juga: Anggaran HAM Rp20 Triliun, Ambisi Menteri Pigai yang Dianggap Berlebihan oleh DPR
Kasus yang tengah menjadi sorotan publik ini menewaskan satu siswa SMKN 4 Semarang dan dua korban luka.
Pihak kepolisian mengklaim bahwa insiden ini terjadi sebab oknum polisi yang terlibat tengah berusaha melerai tawuran antar geng.
Kasus penembakan ini terus memunculkan berbagai spekulasi di media sosial, terutama karena kronologi kejadian yang masih simpang siur.
Selain itu, meskipun Kepolisian telah menggelar prarekonstruksi untuk penembakan tersebut, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Sebagian warganet bahkan menyebut bahwa prarekonstruksi terkesan direkayasa.
Warganet mendesak aparat penegak hukum untuk memberikan keadilan bagi para korban dan memastikan pelaku dihukum seadil-adilnya.
Hingga saat ini, penyelidikan kasus masih berjalan. Natalius Pigai berjanji akan mengawal proses hukum agar tidak ada pelanggaran hak asasi manusia dalam penanganannya.
Insiden ini kembali mengundang perhatian terhadap praktik kekerasan oleh aparat kepolisian dan perlunya reformasi di tubuh institusi penegak hukum.
Meskipun harapan warganet kepada Natalius Pigai tidak terlalu besar, namun keterlibatan langsung Menteri HAM dapat memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya. (Mahija)
Editor : Aditya Novrian