MALANG KOTA – Festival Cap Go Meh 2025 di Pesarean Gunung Kawi berlangsung meriah pada Minggu (16/2).
Acara yang digelar Yayasan Ngesti Gondo ini menjadi ajang pelestarian budaya Tionghoa dan Jawa sekaligus perayaan Tahun Ular Kayu.
Sejak pagi, ribuan pengunjung sudah memadati area Kwan Im dan Tie Kong.
Acara diawali dengan Senam Bersama dan Jalan Sehat berhadiah angpao senilai total Rp 15 juta.
Disusul Senam Taichi yang dipandu Asosiasi Tianxia Taiji Quan Indonesia.
Hiburan semakin lengkap dengan live music sebelum acara resmi dibuka.
Tak lama, Jaranan Massal dari masyarakat setempat ikut menyemarakkan suasana.
Puncaknya, pertunjukan Barongsai tampil dua kali, pukul 11.00 WIB dan 13.00 WIB, menyedot perhatian pengunjung.
TNI Kostrad juga unjuk kebolehan lewat aksi Poco-Poco dan Yel-Yel.
Sementara itu, layanan cek kesehatan gratis dan makan siang 1.000 porsi Lontong Cap Go Meh menjadi daya tarik tersendiri.
Festival ini juga menghadirkan pertunjukan Chinese Dance - Zhong Guo Wu Dao yang semakin memperkaya nuansa budaya dalam perayaan Cap Go Meh.
Gerakan yang anggun dan kostum khas Tionghoa membuat pengunjung terhanyut dalam atmosfer perayaan yang megah.
Selain itu, kehadiran berbagai komunitas budaya dan spiritual di festival ini menunjukkan bahwa Pesarean Gunung Kawi tetap menjadi tempat yang mengayomi keberagaman.
Para pengunjung tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga merasakan makna persatuan dalam tradisi yang terus diwariskan.
Festival ini ditutup dengan pertunjukan Barongsai, menegaskan akulturasi budaya yang semakin mengakar di Pesarean Gunung Kawi.
Antusiasme warga membuktikan bahwa tradisi ini tetap hidup dan terus berkembang.
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana