MALANG KOTA - Pada hari kedua karantina, 12 finalis Duta Hijab Radar Malang (DHRM) mendapat materi khusus.
Berupa materi jurnalistik dan menulis opini.
Itu menjadi hal baru bagi seluruh finalis.
Seperti disampaikan Kaysa Mumtaz Tsabita.
”Kebetulan saya ikut ekstrakurikuler jurnalistik,” tutur siswi kelas 2 SMAN 3 Kota Malang tersebut.
Meski begitu, banyak hal baru yang baru diketahui dia saat Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Malang Fathoni Prakasa Nanda menyampaikan pemaparan.
Salah satunya terkait etika penulisan nama korban.
”Ternyata korban-korban yang mengalami hal sensitif seperti kekerasan seksual tidak boleh disebutkan namanya,” tuturnya.
Hal tersebut baru dia ketahui kemarin.
Menurut materi yang dia dapat, penyebutan nama korban berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan hingga trauma pada korban.
Termasuk juga pada keluarga korban.
Kaysa yang juga Ketua OSIS di sekolahnya mengaku pengetahuan tersebut akan bermanfaat untuk menjalankan organisasinya.
”Karena kan di OSIS juga ada bidang kehumasan yang tugasnya menulis,” tambah dia.
Karantina tersebut menjadi ajang belajar gratis bagi perempuan kelahiran Tahun 2007 tersebut.
Menurut dia, ilmu-ilmu yang dipelajari selama karantina hanya bisa didapatkan dengan membayar mahal.
Namun dengan menjadi finalis DHRM 2025, dia bisa belajar secara gratis.
Selain materi jurnalistik, seluruh finalis juga mendapat pemaparan terkait menulis opini dari Redaktur Pelaksana Bayu Mulya Putra.
Pada sesi akhir, mereka mendapat challenge untuk menuliskan opininya masing-masing.
Dari 12 finalis, bakal dipilih lima tulisan terbaik.
Kelimanya bakal ditayangkan di platform Radar Malang.
”Ide mereka untuk opini bagus-bagus semua, dan cukup fresh. Tinggal nanti dilihat hasilnya,” kata Bayu.
Ada yang berniat menulis opini terkait isu-isu parenting, kesehatan, dan pendidikan.
Semua finalis mendapat kesempatan untuk mengonsultasikan idenya sebelum ditulis.
Ketua Penyelenggara DHRM 2025 Ferliana Firdausiah mengatakan bahwa ilmu jurnalistik yang didapatkan finalis tidak akan didapatkan di ajang pageant mana pun.
”Jadi itu menjadi nilai plus para duta hijab,” tuturnya. Karantina masih akan berlangsung hingga Kamis nanti (20/2). (dur/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana