Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Vokalis Band Sukatani Dipecat dari Sekolah: Kritik Sosial Berujung Pemecatan!

Aditya Novrian • Senin, 24 Februari 2025 | 20:00 WIB
Sukatani Band (detik.com)
Sukatani Band (detik.com)

RADAR MALANG—Dunia musik dan pendidikan Indonesia diguncang oleh kabar mengejutkan; Novi Citra Indriyanti, vokalis band Sukatani yang juga berprofesi sebagai guru di SD IT Mutiara Hati yang berada di Banjarnegara, Jawa Tengah, dilaporkan telah dipecat dari sekolah tempatnya mengajar.

Pemecatan ini diduga terkait dengan lagu kontroversial berjudul "Bayar Bayar Bayar" yang dirilis oleh Sukatani, yang liriknya dianggap mengkritik institusi kepolisian.

Kepala sekolah SD IT Mutiara Hati sendiri memberi pernyataan bahwa pemecatan Novi Citra Indriyanti tidak ada hubungannya dengan lagu yang dirilis oleh band Sukatani ‘Bayar Bayar Bayar.’

Ia mengonfirmasi bahwa pemecatan Novi Citra Indriyanti terjadi sebelum masalah lagu ‘Bayar Bayar Bayar’ dari band Sukatani menguak.

Ia juga menyatakan pemecatan suda dilakukan sejak tanggal 6 Februari 2025 sebelum video klarifikasi band Sukatani terunggah dan tersebar di media sosial.

Eti Endarwati, kepala sekolah SD IT Mutiara Hati beralasan dipecatnya Novi Citra Indriyanti karena melanggar kode etik syariat Islam di sekolah SD IT Mutiara Hati.

Novi Citra Indriyanti dinilai melanggar kode etik tersebut karena tidak menjaga aurat sebagai guru di sekolah swasta Islam, terutama saat berada di luar kawasan sekolah.

Bahkan saat viralnya video permintaan maaf band Sukatani terkait lagu ‘Bayar Bayar Bayar’ tersebut, pihak sekolah mengaku kaget.

Sebelumnya, band asal Purbalingga, Jawa Tengah ini, yang terdiri dari Novi sebagai vokalis dan Muhammad Syifa Al Lutfi sebagai gitaris, telah menarik lagu tersebut dari berbagai platform dan menyampaikan permintaan maaf kepada Kapolri serta institusi Polri.

Namun, langkah tersebut tampaknya tidak cukup untuk meredakan kontroversi yang telah berkembang.

Pemecatan Novi dari posisinya sebagai guru menimbulkan pertanyaan serius tentang keraguan dari alasan dan argument yang diberikan pihak sekolah.

Publik merasa ini masih ada hubungannya dengan kebebasan berekspresi dan batas antara profesi dan aktivitas seni.

Banyak pihak, termasuk musisi dan aktivis, menyuarakan dukungan mereka terhadap Novi dan mengutuk tindakan yang dianggap sebagai bentuk pembungkaman terhadap kritik sosial.

Kasus ini menjadi perbincangan hangat di media sosial, dengan tagar #KamiBersamaSukatani menjadi trending sebagai bentuk solidaritas terhadap band tersebut.

Peristiwa ini juga memicu diskusi lebih luas mengenai ruang bagi seniman untuk menyuarakan kritik sosial tanpa takut akan reperkusi terhadap kehidupan pribadi dan profesional mereka. (Talita)

 

Editor : Aditya Novrian
#industri musik #Bayar Bayar Bayar #pendidikan #dipecat #Band Sukatani