Dua pendaki asal Jakarta, Lilie Wijayati & Elsa Laksono dikabarkan meninggal dunia saat menuruni puncak Gunung Cartenz di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Dua sahabat pendaki berusia 60 tahun ini mengalami hipotermia saat menuruni puncak Gunung Cartenz yang dipicu oleh cuaca buruk.
Dilansir dari unggahan akun instagram @indonesiaexpeditions, pada Sabtu, 1 Maret 2025, sekitar pukul 22.30 WIT.
Baca Juga: Baru Sepekan Dibuka, Pendakian Gunung Semeru Kembali Ditutup Mulai 2 Januari
Informasi didapatkan dari penanggung jawab lima pendaki WNI Puncak Cartenz yang mengalami hipotermia akibat cuaca yang sangat buruk, hujan salju, hujan deras, dan angin kencang.
Dua pendaki Lilie Wijayati Poegiono & Elsa Laksono dinyatakan meninggal dunia pada 1 Maret 2025 sekitar pukul 02.07 WIT.
Dinyatakan setelah dievakuasi oleh guide dan rekan-rekan lainnya di base camp, yang langsung kembali naik untuk membantu proses evakuasi.
Baca Juga: Pilu, Tumbangnya PT Sritex Setelah 58 Tahun Berjaya
Sementara itu, tiga pendaki lain yaitu Indira Alaika, Alvin Reggy Perdana, dan Saroni yang selamat, terjebak dan terpaksa bermalam di area dekat puncak hingga besoknya tim rescue datang.
Para korban merupakan bagian dari 20 pendaki yang menuju puncak Gunung Cartenz pada Jumat, 28 Februari 2025, pukul 04.00 WIT.
Tujuh dari 20 pendaki merupakan pendaki asal Indonesia termasuk dua korban dan penyanyi Fiersa Besari.
Baca Juga: Jejak Penyebaran Islam di Malang Raya (3): Mbah Honggo Jadi Pengajar Ngaji Bupati Malang Pertama
Fiersa Besari dan beberapa pendaki lainnya dikabarkan selamat dan telah dievakuasi dari Base Camp Lembah Kuning.
Melalui unggahan di akun X @FiersaBesari pada Senin, 3 Maret 2025, ia turut menyampaikan belasungkawa dan menceritakan kejadian tersebut dari sudut pandangnya.
Dalam keterangannya, Fiersa menjelaskan bahwa ia tergabung dalam tim yang terdiri dari tiga orang, sedangkan dua korban yang meninggal dunia tergabung dalam tim yang terdiri dari empat orang.
Baca Juga: Netanyahu Hentikan Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Usai Hamas Tolak Bebaskan Sandera
Ia juga menambahkan bahwa dirinya dan korban berada di bawah pengawasan tur operator yang berbeda. (NR)
Editor : Aditya Novrian