Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tak Perlu Khawatir, BPOM Berikan Lampu Hijau Terkait Keamanan Makan Bergizi Gratis Selama Ramadan

Aditya Novrian • Kamis, 6 Maret 2025 | 20:30 WIB

Ilustrasi Program Makan Bergizi Gratis (Freepik.com)
Ilustrasi Program Makan Bergizi Gratis (Freepik.com)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu program pemerintah untuk mengurangi angka stunting di Indonesia dengan memberikan penguatan gizi bagi anak-anak. 

Program pemberian makanan bergizi sudah ada sejak lama di beberapa negara, seperti Amerika Serikat dengan sebutan “National School Lunch Program” dan India dengan sebutan “The Mid-Day Meal Scheme”.

Melalui program ini, pada tahun 2022 berhasil memberi makan sebanyak kurang-lebihnya 418 juta anak.

Baca Juga: Biaya Fantastis, Program Makan Gratis di Kota Malang Butuh Rp 2,5 M Per Hari

Di Indonesia, MBG resmi dilaksanakan pada Januari 2025 dengan sasaran manfaatnya adalah siswa/i paud hingga SMA sederajat, balita, serta ibu hamil.

Diketahui bahwa sekitar 80% anak-anak di Indonesia mengalami masalah gizi, 20% diantaranya mengalami stunting.

Cakupan gizi yang cukup akan berdampak baik pada masa depan anak, diantaranya tumbuh kembang yang optimal, kecerdasan otak, dan sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Baca Juga: 37 Sekolah di Kabupaten Malang Sudah Dapat Program Makan Bergizi Gratis

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta ahli gizi ikut andil dalam program MBG ini untuk mengawasi dan memastikan keamanan mutu makanan yang disajikan.

Pada bulan Ramadan, pemerintah menginformasikan bahwa MBG dapat dibawa pulang dan dapat dimakan saat berbuka puasa.

Masyarakat sempat ragu akan kualitas makanan yang disajikan, apakah akan bertahan lama dengan kualitas gizi yang sama dari awal dimasak?

Baca Juga: H. Makhrus Sholeh Dukung Program Makan Siang Gratis Inisiasi Presiden Prabowo

BPOM mengonfirmasi hal tersebut dengan menegaskan bahwa MBG yang dibawa pulang oleh anak-anak tetaplah aman dikonsumsi dan sudah melewati segala pertimbangan yang matang.

BPOM melakukan pendampingan bersama Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) juga Satuan Pelayanan Gizi (SPG) untuk memastikan makanan yang disajikan pada bulan Ramadan ini sesuai dengan prosedur keamanan pangan yang berlaku. 

Strategi penyimpanan makanan juga menjadi hal yang penting agar makanan tidak terkontaminasi untuk meminimalisir racun yang beresiko.

“Dan saya kira kalau semua terlibat, kita gotong royong, maka program makan bergizi gratis ini bukan hanya program 1-2 tahun atau minimal 5 tahun, tapi bisa menjadi sustainable untuk selamanya”, ujar Taruna Ikrar, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BMKG).

Komunikasi kolaboratif antara pihak-pihak yang terlibat dapat memaksimalkan program MBG ini untuk mewujudkan masa depan emas generasi Indonesia. (nai)

Editor : Aditya Novrian
#Makan Bergizi Gratis #Stunting #BPOM #Ramadan #Gizi