RADAR MALANG – Harimau Sumatera merupakan salah satu hewan endemik Indonesia yang spesiesnya hampir punah.
Di Indonesia sendiri, harimau Sumatera biasa hidup di pulau Sumatera, hutan hujan tropis serta dataran rendah, dan sekitar pegunungan.
Selain di Indonesia, harimau Sumatera juga ada di beberapa negara sebagai bentuk penangkaran, salah satunya di Amerika Serikat.
Baca Juga: Pekan Ini Ratusan Hewan Ternak Bakal Divaksin
Bakso, adalah nama bayi harimau Sumatera dengan jenis kelamin laki-laki yang lahir di Amerika Serikat.
Induk Bakso bernama Sohni dan ayahnya bernama Conrad, mereka tinggal di Animal Kingdom Disney, Florida.
Nama ‘Bakso’ diberikan berdasarkan makanan khas Indonesia.
Bakso lahir pada 26 September 2024 dan pertama kali diperkenalkan ke publik pada 29 Januari 2025.
Selama kehamilan, induk Bakso sangat diawasi ketat oleh tim dokter hewan dan ahli perawatan hewan yang dipimpin oleh dr. Natalie Mylniczenko.
Baca Juga: TTahun Baru Diisi Resolusi Mengenal Banyak Hewan Langka di Batu Secret Zoo
Semua perawatan dilakukan secara intens agar Sohni dan anaknya sehat, karena kelahiran ini sangat penting sebab harimau menghadapi ancaman berkelanjutan hidup mereka.
Jumlah harimau di alam liar menurun drastis, sehingga menyambut kehadiran bayi baru ini sangat istimewa.
Kehadiran Bakso bikin semua heboh dan terharu karena Bakso adalah bayi harimau pertama sejak 7 tahun terakhir.
Bakso dikabarkan tidak bisa jauh dari ibunya, dan ia akan tetap berada di bawah asuhan ibunya hingga ia berusia sekitar 18 – 24 bulan.
Sebagai spesies kucing besar, Bakso juga diajarkan untuk makan makanan padat, dan makanan pertamanya adalah bakso.
Perkembangan tumbuh Bakso mengalami kemajuan perkembangan dan pelatihan yang terus berlanjut bersama induknya.
Baca Juga: Target 200 Hewan Ternak di Kota Malang Divaksin PMK Pekan Ini
Walaupun ia masih sedikit ragu-ragu dengan beberapa aktivitas yang lebih kompleks, tetapi seiring pertumbuhannya, ia semakin percaya diri.
Pelatihan yang dilakukan Bakso berjalan baik, namun ia masih belum siap untuk berenang dan melakukan aktivitas besar lainnya.
Dengan kelahiran bayi harimau Sumatera tersebut menjadi tanda tonggak sejarah lain dalam upaya Disney yang berkelanjutan untuk mendukung konservasi hewan.
Tujuan adanya program-program tersebut adalah untuk melindungi spesies yang terancam punah, baik di alam liar maupun di tempat pemeliharaan terkelola. (fi)
Editor : Aditya Novrian