MALANG KOTA - Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang ikut melakukan pengecekan volume Minyakita di dua pasar, kemarin.
Hasilnya, terdapat beberapa kemasan Minyakita yang berisi kurang dari satu liter.
Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengatakan, pengecekan tersebut merespons isu terkait volume Minyakita yang tidak sesuai.
Sesuai dengan tugas Diskopindag sebagai pengawasan perdagangan, pihaknya melakukan pengecekan langsung di Pasar Sawojajar dan Pasar Madyopuro.
Baca Juga: Gelontor 2.400 Liter Minyak Goreng untuk Pedagang di Pasar Larangan Sidoarjo
Dari tujuh sampel yang diambil, terdapat beberapa kemasan yang memiliki volume di bawah satu liter.
”Ada yang 0,99 liter dan 0,95 liter,” tutur Eko.
Berdasar hasil tersebut, pihaknya bakal memastikan ulang dengan menggunakan alat ukur yang sudah ditera ulang oleh tim diskopindag.
Sejauh ini, pihaknya tidak dapat memastikan apakah ada unsur kesengajaan atau tidak terhadap kurangnya volume Minyakita tersebut.
Baca Juga: Mulai Waspada Harga Minyak di Kota Malang Melambung
”Kami akan menyampaikan pada pihak yang berwenang,” tuturnya.
Karena wewenang Diskopindag hanya sampai pada pengawasan saja.
Salah satu ibu rumah tangga di Kota Malang Vita Wulandari mengaku lebih memilih membeli minyak goreng merek lain.
Alasannya karena kualitas yang lebih baik.
Dia selalu memakai minyak goreng premium dengan harga Rp 20 ribu per liter.
”Beda Rp 3 ribu saja dari Minyakita tapi kualitasnya lebih baik,” ungkapnya.
Warga Kecamatan Lowokwaru tersebut mengatakan, minyak goreng premium masih bagus jika dipakai sampai tiga kali menggoreng.
Sedangkan minyak goreng dengan harga di bawahnya sudah tidak enak jika dipakai menggoreng lebih dari satu kali.
”Pengaruh rasa di makanan juga lebih enak yang premium,” tambahnya. (dur/by)
Editor : A. Nugroho