Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Tips Menjaga Work-Life Balance agar Terhindar dari Burnout di Era Kerja Serba Cepat

A
Penulis: Aldila Kyanna❯
Ilustrasi seseorang sedang mengalami burnout (Magnific/wayhomestudio)
Ilustrasi seseorang sedang mengalami burnout (Magnific/wayhomestudio)

Advertisement

MALANG, RADAR MALANG – Di tengah ritme kerja yang semakin cepat dan tuntutan pekerjaan yang terus meningkat, menjaga work-life balance menjadi hal yang penting. Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dapat membantu menjaga kesehatan mental, meningkatkan produktivitas, sekaligus mengurangi risiko burnout. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan agar energi tetap terjaga di tengah kesibukan sehari-hari.

Luangkan Waktu untuk Benar-Benar Beristirahat

Waktu istirahat sebaiknya dimanfaatkan untuk memulihkan tubuh dan pikiran. Menyisihkan sekitar 30 menit setiap hari untuk melakukan aktivitas santai tanpa gangguan ponsel dapat membantu otak beristirahat dan mengembalikan kreativitas. Aktivitas seperti membaca buku, berjalan santai, atau sekadar menikmati suasana tenang bisa menjadi pilihan agar tubuh dan pikiran kembali segar.

Batasi Kehadiran Digital

Kemajuan teknologi membuat pekerjaan sering kali terasa terus mengikuti hingga di luar jam kerja. Notifikasi dari atasan atau klien dapat muncul kapan saja melalui ponsel. Karena itu, membangun kebiasaan digital wellbeing sangat penting. Misalnya dengan mematikan notifikasi setelah jam kerja atau menentukan waktu tertentu untuk mengecek pesan sehingga pikiran memiliki kesempatan untuk beristirahat.

Advertisement

Atur Waktu Kerja dengan Baik

Mengatur jadwal kerja dan waktu istirahat secara disiplin dapat membantu menjaga keseimbangan aktivitas harian. Hindari mengerjakan banyak tugas dalam waktu bersamaan karena hal tersebut dapat meningkatkan tekanan dan membuat pekerjaan kurang efektif. Dukungan dari perusahaan juga berperan penting, seperti menyediakan jam kerja yang lebih fleksibel, program kesehatan mental, sistem kerja hybrid dengan evaluasi yang jelas, serta fasilitas relaksasi bagi karyawan.

Kemampuan mengelola waktu dan energi kini menjadi salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan di dunia kerja modern. Dengan kebiasaan yang tepat, produktivitas dapat tetap terjaga tanpa mengorbankan kesehatan fisik maupun mental.

Advertisement
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari beberapa sumber

Artikel Terkait

Tinggalkan Hustle Culture, Tren Soft Living Mulai Dilirik Generasi Muda demi Kesehatan Mental

Tinggalkan Hustle Culture, Tren Soft Living Mulai Dilirik Generasi Muda demi Kesehatan Mental

Banyak orang mulai menyadari bahaya burnout, yaitu kondisi kelelahan fisik dan mental secara ekstrem, sehingga memilih beralih dari hustle culture menuju soft living. 

Time Blocking Jadi Andalan Gen Z, Cara Mengatur Waktu agar Tidak Mudah Burnout

Time Blocking Jadi Andalan Gen Z, Cara Mengatur Waktu agar Tidak Mudah Burnout

Kesibukan kuliah, pekerjaan, hingga aktivitas organisasi membuat banyak anak muda mulai menerapkan metode time blocking. Teknik manajemen waktu ini dilakukan dengan membagi jadwal harian agar lebih terstruktur.

Burnout Makin Sering Dialami Anak Muda, Ini Cara Mengatasinya Sebelum Berdampak pada Produktivitas

Burnout Makin Sering Dialami Anak Muda, Ini Cara Mengatasinya Sebelum Berdampak pada Produktivitas

Tuntutan pekerjaan, tugas kuliah, hingga aktivitas yang terus berlangsung tanpa jeda membuat burnout semakin sering dialami, terutama oleh kalangan muda.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer