Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

⁠⁠Menhub usulkan WFA saat arus balik Lebaran, Efektifkah?

Aditya Novrian • Rabu, 12 Maret 2025 | 19:05 WIB

Foto Dudy Purwagandhi Sebagai Menteri Perhubungan Terpilih (sumber: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Foto Dudy Purwagandhi Sebagai Menteri Perhubungan Terpilih (sumber: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

RADAR MALANG - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengusulkan penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna mengurai kepadatan arus balik Lebaran 2025. 

Usulan ini disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta pada Selasa (11/3l). 

Baca Juga: Seminggu Sebelum Lebaran, Pemerintah Terapkan WFA bagi ASN untuk Mengurangi Penumpukan Kendaraan

Menurut Dudy, hasil survei daring dan data historis arus mudik 2023 dan 2024 menunjukkan bahwa pergerakan arus balik Lebaran 2025 diprediksi akan meningkat mulai H+3 dan mencapai puncaknya pada H+5 atau Minggu, 6 April 2025.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sebanyak 21,5 persen atau sekitar 31,4 juta pemudik diperkirakan akan melakukan perjalanan kembali ke kota asal pada periode arus balik Lebaran tahun ini. 

“Berdasarkan hasil survei daring, diprediksi akan terdapat pergerakan masyarakat sebesar 21,5 persen atau 31,4 juta orang.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, kami telah berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait guna mendistribusikan arus balik, termasuk dengan kebijakan diskon tarif tol dan usulan WFA,” ungkap Dudy.

Untuk mengurangi kemacetan pada periode arus balik, pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi, di antaranya diskon tarif tol dan penerapan Work From Anywhere (WFA). 

Pemerintah, melalui koordinasi antara Kemenhub, Kementerian PUPR, dan badan usaha jalan tol seperti Jasa Marga, akan memberikan diskon tarif tol pada periode arus balik untuk mengatur pergerakan kendaraan. 

Selain itu, Menhub juga mengusulkan agar kebijakan WFA diberlakukan bagi pekerja di sektor tertentu guna memperpanjang periode kepulangan pemudik dan menghindari kepadatan di puncak arus balik.

 “Kami juga akan berkoordinasi dengan kementerian terkait agar pemberlakuan WFA dapat dilakukan untuk memudahkan pemudik dalam memilih hari kepulangan yang lebih fleksibel,” ujar Dudy.

Baca Juga: Seminggu Sebelum Lebaran, Pemerintah Terapkan WFA bagi ASN untuk Mengurangi Penumpukan Kendaraan

Survei Kemenhub juga mencatat tren pergerakan mudik akan mengalami lonjakan signifikan pada H-6 Lebaran atau Selasa, 25 Maret 2025, dan terus meningkat hingga puncak mudik pada H-3 atau Jumat, 28 Maret 2025. 

Diperkirakan pergerakan pemudik pada puncak mudik mencapai 11,5 persen atau 16,8 juta orang.

Dudy berharap dengan diterapkannya kebijakan WFA, pergerakan pemudik dapat lebih merata dan tidak terkonsentrasi pada hari-hari tertentu.

“Harapan kami dengan adanya pemberlakuan WFA, pola pergerakan masyarakat saat mudik Lebaran akan serupa dengan pola yang terjadi pada tahun 2023 dan 2024, sehingga kemacetan dapat diminimalisir,” pungkasnya.

Baca Juga: Mulai 24 Maret ASN Bisa Kerja Fleksibel untuk Kurangi Macet Mudik

Pemerintah terus berupaya mencari solusi terbaik agar perjalanan mudik dan arus balik Lebaran 2025 dapat berlangsung lancar dan aman bagi masyarakat.(fd)

Editor : Aditya Novrian
#Lebaran2025 #pemudik #mudik lebaran #arus balik #Menhub #kemacetan mudik #Work From Anywhere