Radar Malang - Fenomena menarik muncul di Kampung Babakan Baru, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sejumlah warga setempat memilih beralih dari profesi sebagai petani, buruh pabrik, dan pembuat kicimpring untuk menjadi konten kreator di platform TikTok.
Mereka terlibat dalam kegiatan live streaming, khususnya dengan joget khas yang dikenal sebagai "Joget Sadbor."
Fenomena ini dimulai pada tahun 2021, di tengah pandemi COVID-19, ketika banyak orang mencari cara alternatif untuk mendapatkan penghasilan. Salah satu inisiatornya, Gunawan, yang dikenal dengan nama TikTok-nya "Sadbor," mengajak warga setempat untuk bergabung dalam live TikTok.
Ia mulai mengajak warga yang sebelumnya bekerja sebagai petani manggis, buruh pabrik, hingga orang lanjut usia untuk ikut serta dalam aktivitas live yang dilakukan setiap hari.
Bah Usup, seorang pria berusia 70 tahun yang sebelumnya bekerja sebagai petani manggis, kini menjadi salah satu anggota aktif dalam joget Sadbor di TikTok. Gunawan dan rekan-rekannya tidak hanya sekadar joget, namun juga mendapat "gift" atau saweran dari pengguna TikTok lainnya, yang kemudian dibagi di antara mereka.
Alasan utama warga beralih ke TikTok adalah penghasilan yang lebih menjanjikan. Gunawan sendiri mengungkapkan bahwa ia bisa meraup penghasilan antara Rp400.000 hingga Rp700.000 per hari dari aktivitas live streaming.
Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan penghasilan yang didapat dari bertani manggis atau bekerja sebagai buruh pabrik.
Namun, peralihan ini memunculkan pertanyaan terkait dampaknya terhadap sektor pertanian lokal, terutama bagi warga yang sebelumnya menggantungkan hidup dari pertanian.
Meskipun demikian, banyak yang menganggap TikTok sebagai alternatif yang menarik di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi oleh petani.
Kini, Kampung Babakan Baru dikenal sebagai kampung TikTokers, dengan Gunawan dan rekan-rekannya yang aktif menghibur penonton melalui joget-joget yang mengundang banyak perhatian. Fenomena ini menunjukkan bagaimana teknologi dan media sosial dapat mengubah cara hidup dan mencari penghasilan di daerah-daerah terpencil. (Rizz)
Editor : Aditya Novrian