Total ada 130-an daerah aliran drainase yang bakal mendapat perhatian Pemkot Malang. Semua datanya sudah terangkum dalam Masterplan Drainase. Jadi bagian dari misi mewujudkan Kota Malang bebas banjir pada 2028, tahun ini fokusnya ditujukan untuk kawasan Jalan Soekarno - Hatta (Soehat). Dua kawasan lainnya ditangani tahun depan.
MESKI pembangunan drainase di Jalan Soekarno - Hatta (Soehat) bakal dibiayai Pemprov Jatim, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan bahwa pihaknya ikut berperan aktif.
Seperti dari hasil peninjauan beberapa waktu lalu.
Saat dinyatakan bahwa beberapa pohon harus dipotong untuk memper lancar proses pembangunan.
Baca Juga: Drainase Soekarno-Hatta Kota Malang Tersumbat Sampah dan Endapan
Wahyu memastikan bahwa jumlah pohon yang hendak dipotong bakal diminimalisir.
Dia membantah kabar-kabar yang sempat berembus, yang menyebut ada ratusan pohon bakal ditebang.
"Ada miss komunikasi saat itu. Ratusan pohon itu termasuk yang kecil-kecil, yang tingginya masih beber apa sentimeter," kata dia.
Baca Juga: Banjir Genangi 13 Titik di Kota Malang Akibat Hujan Lebat dan Drainase Tersumbat
Dia juga menjamin bahwa pohon-pohon di median jalan bakal tetap aman.
"Bantuan senilai Rp 32 miliar itu tentu tidak boleh dilewatkan. Sebab, Soehat menjadi salah satu titik langganan banjir yang segera memerlukan penanganan," terangnya (selengkap nya baca grafis).
Wahyu menuturkan, pengerjaan drainase itu merupakan salah satu janji politiknya.
Termasuk dalam lima program unggulan bersama Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, yakni penanganan masalah perkotaan.
"Sesuai dengan masterplan yang sudah disusun, penanganan banjir akan dilakukan bertahap. Kali ini (2025) di kerjakan di Soehat," paparnya.
Kedepan, Wahyu menginginkan penanganan banjir tidak hanya sebatas perbaikan drainase.
Baca Juga: Sampai Panjat Dinding, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Cek Drainase di Jalan Soekarno-Hatta
Perlu ada sinergi antara pemerintah daerah di Malang Raya.
Mulai dari Kota Batu, Kabupaten Malang dan Kota Malang.
"Saya sudah usulkan ke pemerintah pusat agar proyek drainase itu menjadi proyek nasional. Sebab, butuh koordinasi antar tiga daerah," ujar Wahyu.
Baca Juga: 147 Pohon Ditebang untuk Proyek Drainase Soehat Malang
Menurut dia, banjir yang terjadi di Kota Malang tidak hanya disebabkan genangan air.
Namun, juga disumbang kiriman air dari daerah yang lebih tinggi.
"Sehingga harus duduk bareng antar-pemimpin daerah. Tidak bisa masalah banjir diselesaikan secara sendiri-sendiri," tandas pemilik kursi N1 itu.
Setelah penanganan di Soehat tuntas, pemkot bakal mengalihkan perhatian ke dua wilayah lain.
Yaitu Jalan Bondowoso dan Jalan Letjend Sutoyo.
Sebelumnya, penanganan banjir di kawasan Sawojajar sudah membuahkan hasil.
"Bisa dilihat sekarang, genangannya tidak setinggi sebelumnya. Itu karena drainase di sana sudah lebih tertata," imbuh Wahyu.
Wakil Wali Kota Ali Muthohirin menambahkan, persoalan banjir sudah menjadi perhatian pihaknya sejak awal bertugas.
Setelah dilantik, Ali langsung membahas progres penanganan drainase di Soehat.
"Sebab, itu merupakan salah satu janji politik kamu dan harus segera terealisasi," tegas Ali.
Bersama dengan Wahyu, dia juga sempat turun melihat penyebab genangan di Soehat, Maret lalu.
Saat itu didapati banyaknya sampah plastik di aliran drainase. (adk/by)
Editor : A. Nugroho