Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Balai TNGM Bantah Isu Penutupan Permanen Jalur Pendakian Gunung Merapi yang Viral di Sosial Media

Aditya Novrian • Senin, 14 April 2025 | 18:30 WIB

Awan panas guguran dari Gunung Merapi, Senin (22/7/2024). (BPPTKG)
Awan panas guguran dari Gunung Merapi, Senin (22/7/2024). (BPPTKG)

RADAR MALANG - Isu mengenai penutupan permanen jalur pendakian Gunung Merapi yang beredar di media sosial dipastikan tidak benar.

Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) selaku pengelola kawasan menegaskan bahwa hingga saat ini tidak pernah ada pernyataan resmi terkait hal tersebut.

Kepala Balai TNGM, M. Wahyudi, mengklarifikasi bahwa informasi yang menyebutkan penutupan pendakian secara permanen adalah hoaks.

Baca Juga: Baru Dibuka, Ditutup Lagi: Pendakian Gunung Semeru Diperpanjang Akibat Cuaca dan Erupsi Beruntun

"Saya sudah konfirmasi ke beberapa staf, dan kami pastikan bahwa Balai TNGM tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu," ujar Wahyudi pada Sabtu (12/4).

Sejak tahun 2018, jalur pendakian Gunung Merapi memang ditutup untuk umum.

Namun, hingga kini belum ada penetapan kapan jalur tersebut akan kembali dibuka.

Baca Juga: Pendakian Ringan di Bulan Puasa, Gunung di Malang ini Bisa Jadi Pilihan!

Penutupan ini diberlakukan berdasarkan rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), mengingat Gunung Merapi masih berstatus Level III atau Siaga.

Aktivitas vulkanik Merapi sendiri masih menunjukkan potensi ancaman, seperti guguran lava dan awan panas yang mengarah ke sejumlah sektor sungai, yakni:

Selain itu, lontaran material vulkanik berpotensi mencapai radius 3 km dari puncak.

Baca Juga: Tiga Kelurahan di Malang Terimbas Abu Vulkanik dari Erupsi Gunung Semeru

Dengan kondisi ini, penutupan sementara jalur pendakian yang berada dalam radius tersebut dinilai sebagai langkah wajar dan preventif.

Ruky Umaya, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II (Boyolali-Klaten), menambahkan bahwa pernyataan resmi dari Balai TNGM telah disampaikan melalui rilis pers.

"Dalam pernyataan resmi kami, tidak pernah disebutkan penutupan permanen. Yang ada hanya sosialisasi larangan pendakian dan pemasangan papan larangan di jalur Selo dan Sapuangin," tegasnya.

Baca Juga: Menembus Kabut Menuju Puncak: Pesona Gunung Malang dari Bukit Jabal

Lebih lanjut, Balai TNGM kini juga tengah menindak pendaki ilegal yang nekat melanggar larangan mendaki saat status Merapi masih Siaga.

"Kami sudah mengantongi identitas beberapa pelaku dan saat ini proses pemanggilan sedang berjalan," ujar Ruky.

Balai TNGM menegaskan bahwa semua kebijakan terkait pendakian selalu merujuk pada rekomendasi BPPTKG dan dilakukan demi keselamatan bersama.(NR)

Editor : Aditya Novrian
#gunung merapi #Potensi Ancaman #tngm #pendakian #guguran lava