Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Baru Punya Manajer pada 2023, Tahun Ini Band Keep It Real Sambangi Jepang

Bayu Mulya Putra • Jumat, 18 April 2025 | 20:51 WIB

TEMBUS MANCANEGARA: Para Personel Band Keep It Real berfoto bersama, beberapa waktu lalu (KEEP IT REAL FOR RADAR MALANG).
TEMBUS MANCANEGARA: Para Personel Band Keep It Real berfoto bersama, beberapa waktu lalu (KEEP IT REAL FOR RADAR MALANG).

Malang tak pernah kehabisan talenta musik. Salah satu contohnya ada band Keep It Real. Dirintis sejak 2018, mulai 2022 mereka sering mendapat undangan manggung di luar negeri. Ada perjuangan dan pengorbanan panjang sebelum mendapat kesempatan itu. - ALFATH IMAM AHSAN

RADAR MALANG - Band yang terbentuk pada 2021 itu digawangi Khoirul Anam sebagai vokalis.

Selanjutnya ada Rizki Gama sebagai basis, serta Ananda Erik Wahyudi dan Agan Juniar Iksar sebagai gitaris. Untuk posisi drummer, ada Muhammad Zaidan Zamroni.

Sebelumnya, band mereka dikenal dengan nama Hold True, dan aktif sejak 2018.

Baca Juga: Vokalis Band Sukatani Dipecat dari Sekolah: Kritik Sosial Berujung Pemecatan!

Setelah beberapa tahun berkecimpung di dunia musik, mereka mendapat kesempatan kolaborasi dengan band luar negeri pada 2022.

Saat itu, Anam dan personel lain berkolaborasi dengan band asal Singapura, Wreckonize.

Dari kesempatan itu, mereka mengeluarkan split extended play (EP) dengan empat buah lagu.

Hasil karya kolaborasi mereka juga dipasarkan hingga ke luar negeri.

Baca Juga: Band Sukatani Klarifikasi dan Minta Maaf, Lagu Bayar Bayar Bayar Dihapus dari Semua Platform Musik

”Jadi itu diminta oleh WAK Records, label rekaman asal Jerman untuk dirilis ulang dalam format kaset. Setahu saya untuk pasar Eropa dan Jepang,” terang Anam.

Dari kolaborasi itu, kesempatan untuk manggung di luar negeri pun datang.

Anam dan kawan kawan berkesempatan untuk mencicipi atmosfer skena Hardcore di Malaysia dan Singapura pada 2023.

”Tidak pernah terbayang oleh kami bisa main di luar negeri. Apalagi di lingkup musik Hardcore yang lekat dengan stigma struggle,” tambah Gama, sang basis.

Para personel Keep It Real sempat diselimuti kekhawatiran.

Utamanya terkait jadwal, manajemen waktu, dan upah.

”Kami sempat bingung soal urusan uang. Bagaimana pembagian antar personel khususnya. Karena selama ini uang hasil manggung habis untuk konsumsi dan akomodasi,” terangnya.

Baca Juga: Penampilan Memukau Idola K-Pop di Coachella 2025, Paduan Musik dan Fashion Berkelas Dunia

Pada tahun yang sama, mereka memutuskan untuk merekrut Fabian Rahman Maulana sebagai manajer band.

Dia bergabung pada 2023, setelah band itu membutuhkan pengaturan jadwal dan keuangan.

”Saat itu saya tahu mereka memiliki kemampuan (di bidang musik), tapi bingung soal manajerial,” terang Fabian.

Dia cukup paham bagaimana para personel bertahan lewat uang pribadi mereka.

Dokumentasi penampilan mereka saat tampil di Vietnam, tahun lalu (KEEP IT REAL FOR RADAR MALANG).
Dokumentasi penampilan mereka saat tampil di Vietnam, tahun lalu (KEEP IT REAL FOR RADAR MALANG).

”Saat itu kami masih terbatas alat. Salah satunya gitar yang dipakai Agan itu harganya cuma Rp 200 ribuan,” tambahnya.

Dia juga bercerita bahwa para personel band sering merogoh kocek pribadi ketika manggung.

Besarannya pun bervariatif, mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

Momen perjuangan itu terjadi cukup lama.

Itu karena masingmasing personel juga bekerja.

Ada yang berdagang di pasar.

Ada pula yang menjaga kedai kopi.

Perjuangan dan pengorbanan itu tak mungkin dilupakan mereka.

”Dulu kami tiap manggung selalu boncengan naik motor, karena tidak ada biaya kalau untuk sewa mobil. Pernah pulang pergi dari Malang ke Blitar dan Mojokerto. Itu dengan bawa alat musik dan merchandise,” kisah dia.

Anam juga bercerita bagaimana dia dan personel sempat mengalami keterbatasan dana.

Baca Juga: Mengenal Titiek Puspa: Warisan Abadi Sang Maestro Musik Indonesia

”Saat tour ke Singapura untuk pertama kali, salah satu personel kami hanya bawa uang Rp 50 ribu. Itu pun sudah habis untuk beli rokok dan kopi kemasan,” tambahnya disusul dengan tawa para personel.

Dia bersyukur selama ini terus mendapat dukungan penuh dari rekan tongkrongan yang tergabung dalam 513 Crew.

”Alhamdulillah kalau manggung kami tidak pernah sendirian. Kami pernah berangkat dengan 20 motor. Itu semua crew yang menemani dan mendukung kami selama ini,” tambahnya.

Pencapaian mereka yang luar biasa juga menghadirkan ancaman dan kekerasan bagi para personel.

Baca Juga: ⁠⁠Menbud Sampaikan Duka Cita Atas Wafatnya Titiek Puspa, Legenda Musik Indonesia

Mulai dari ancaman untuk sabotase band hingga pemukulan saat manggung pernah dirasakan.

”Saya pernah diseret saat manggung, lalu dipukuli hanya karena soal pakaian,” kata Anam.

Pada 2024, kabar baik pun kembali datang.

Keep It Real kembali mendapat undangan manggung ke luar negeri.

Lewat split album dengan band asal Kota Palu, Sulawesi Tengah, Defy, album bertajuk Nosarara Nosabatutu berhasil membawa mereka ke Vietnam dan Thailand.

”Itu semua juga karena bantuan banyak pihak. Mulai dari Centra HC, first blood, Zamir, dan orang-orang dibalik layar. Mereka yang membantu promosi kami ke berbagai promotor, baik di dalam dan luar negeri,” kata Anam.

Tahun ini, Keep It Real akan memulai rangkaian tour panjang.

Mereka akan mengunjungi Malaysia, Filipina, China, Thailand, dan Jepang.

Tercatat, ada 12 kota yang bakal dikunjungi mereka.

Baca Juga: Cari Alat Musik di Malang? 4 Toko Ini Wajib Kamu Kunjungi!

Mereka akan menutup rangkaian tour luar negeri setelah menyambangi Kota Osaka, Tokyo, dan Sendai pada awal Juni 2025.

Rangkaian bertajuk No Retreat Tour 2025 itu jadi bagian dari promosi menjelang rilis album baru yang rencananya akan keluar pada pertengahan tahun ini.

”Kami tidak pernah minta untuk main di acara tertentu ke pihak mana pun. Itu semua karena jejaring dengan pelaku musik yang terus terawat hingga kini,” pungkas Anam. (*/by)

Editor : A. Nugroho
#band indie #tour #musik #malang #Hardcore