Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkab Gresik Inisiatif Memulai Program Sekolah Rakyat

Aditya Novrian • Sabtu, 19 April 2025 | 23:18 WIB

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (kanan) dan Sekjen Kemensos Robben Rico (tengah) meninjau persiapan fasilitas untuk Sekolah Rakyat kemarin (DOKUMEN JAWA POS).
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (kanan) dan Sekjen Kemensos Robben Rico (tengah) meninjau persiapan fasilitas untuk Sekolah Rakyat kemarin (DOKUMEN JAWA POS).

GRESIK - Kabupaten Gresik terpilih menjadi salah satu dari enam daerah prioritas pendirian Sekolah Rakyat (SR).

Kemarin (18/4), Bupati Fandi Akhmad Yani mendampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) Robben Rico meninjau lokasi pilot project di Sidayu.

Realisasi sekolah rakyat di Kota Pudak lebih cepat dari rencana awal.

Baca Juga: 100 Anak Potensial Jadi Siswa Sekolah Rakyat di Kota Malang

Mulai Juni mendatang, penerimaan siswa mulai dibuka dengan minimal dua rombongan belajar (rombel).

Pada tahap awal pilot project tersebut untuk jenjang SMA.

Sementara jenjang SD dan SMP menunggu gedung Sekolah Rakyat di Desa Raci Tengah, Sidayu rampung.

Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa SR dikhususkan untuk anak tidak mampu.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Bisa Start Juli di Kota Malang

”Kami tidak menunggu dibangunkan sekolah baru yang dianggarkan sampai Rp 50-100 miliar lebih. Kami inisiatif dan berani untuk memulai. Dengan mengajukan ke Kemensos untuk menggunakan bangunan SMPN 30,” ucapnya.

Usulan itu pun disetujui, karenanya kemarin Sekjen Kemensos meninjau SMPN 30 Gresik.

Rencana peleburan SMPN 30 Gresik dan SMPN 6 Gresik sudah muncul sejak beberapa waktu lalu.

Mengingat jumlah siswa yang minim serta lokasinya berdekatan.

Yani menyebut, merger dua SMP itu menjadi strategi awal.

”Artinya, fasilitas sekolahnya terbilang cukup layak untuk sementara kami jadikan Sekolah Rakyat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dispendik Gresik Syifaul Qulub mengatakan bahwa untuk teknis seperti pembelajaran siswa SMPN 30 dan SMPN 6, kebutuhan guru, akan dibahas lebih lanjut.

Namun, penerimaan peserta didik SR akan dimulai Juni 2025 untuk jenjang SMA.

Jenjang SD dan SMP menunggu gedung SR selesai dibangun.

“Gedung SR tetap dibangun, ini pilot project dulu SMA. Nanti kalau gedung sudah jadi tinggal boyongan,” ujarnya. (son/adn)

Editor : A. Nugroho
#Kemensos #Sekolah Rakyat #pilot project #gresik #Anak tidak Mampu #pendidikan inklusif