Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program Akurasi Stunting di Malang Menghabiskan Rp 21 Miliar

I
Penulis: Indah Mei Yunita❯
LAYANAN KESEHATAN: Beberapa nakes di Puskesmas Tajinan menunjukkan antropometri kit yang digunakan untuk mengidentifikasi stunting beberapa waktu lalu.
LAYANAN KESEHATAN: Beberapa nakes di Puskesmas Tajinan menunjukkan antropometri kit yang digunakan untuk mengidentifikasi stunting beberapa waktu lalu.

Advertisement

KEPANJEN, RADAR MALANG – Demi mendapatkan hasil akurat mengenai jumlah anak teridentifikasi stunting (pertumbuhan terhambat), Pemkab Malang rela menggelontor dana besar. Pada 2023 lalu, pemerintah menghabiskan Rp 21 miliar untuk pengadaan antropometri kit. Alat ukur tersebar langsung disebar ke 39 puskesmas di Kabupaten Malang.

Fungsi alat tersebut untuk memastikan hasil akurat, sehingga penanggulangannya tepat sasaran. Selain itu, juga demi standardisasi pengukuran di semua puskesmas.

Grafis standardisasi alat ukur stunting
Grafis standardisasi alat ukur stunting

Advertisement

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang drg Wiyanto Wijoyo menyampaikan, semua puskesmas sudah memiliki antropometri kit. Alat tersebut juga disebar ke beberapa posyandu demi keakuratan hasil pengukuran. “Alat untuk mengukur tinggi badan, berat badan, dan lain-lainnya sekarang ini sudah sama di 39 puskesmas. Jadi, tidak menggunakan timbangan yang berbeda. Kadang, timbangan yang berbeda, hasilnya bisa berbeda juga,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Standar antropometri anak digunakan sebagai acuan bagi tenaga kesehatan (nakes), pengelola program, dan para pemangku kepentingan untuk penilaian status gizi anak dan tren pertumbuhan anak. Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.

Salah satu alat antropometri yakni length board. Alat tersebut digunakan untuk mengukur panjang bayi yang berusia di bawah dua tahun. Alat itu khusus untuk bayi yang belum bisa berdiri. Contohnya di Puskesmas Tajinan.

Wiyanto menjelaskan, beberapa tahun lalu, pengukuran balita ketika bulan timbang hanya menggunakan alat sederhana. "Alatnya berupa beban gantung yang hasil pengukuran kadang tidak akurat. Sehingga perlu adanya standardisasi," kata dia.

Seperti diberitakan, pertengahan 2023 lalu, Pemkab Malang telah mengalokasikan sekitar Rp 21 miliar untuk pengadaan 1.862 unit antropometri kit. Anggaran tersebut diperoleh dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023.

Secara umum, antropometri kit digunakan untuk mengukur indikasi kurang gizi. Yakni underweight (berat badan kurang dan sangat kurang) yang ditentukan berdasarkan berat badan menurut usia (BB/U), wasting (gizi kurang dan gizi buruk) yang ditentukan berdasarkan indikator berat badan dan tinggi badan (BB/TB), serta stunting (pendek dan sangat pendek) yang ditentukan berdasarkan (TB/U).

Sebagai informasi, indikator stunting yakni tinggi badan menurut usia dan kemampuan kognitif. Jika ada balita yang memiliki tinggi badan di bawah tinggi rata-rata balita seusianya yang dibarengi dengan penurunan kognitif, maka bisa dinyatakan stunting. Namun, karena pengukuran kognitif memerlukan pihak yang lebih ahli, pengategorian stunting hanya berdasarkan tinggi badan menurut usia saja.(yun/dan).

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Dosen dan Mahasiswa Kebidanan Poltekkes Malang Bentuk FORSANTING untuk Cegah Stunting

Dosen dan Mahasiswa Kebidanan Poltekkes Malang Bentuk FORSANTING untuk Cegah Stunting

Dosen dan mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang membentuk dan melatih Forum Orang Tua Sayangi Anak Cegah Stunting (FORSANTING) di Desa Kalisongo

25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Palsu, Konsumen Rugi hingga Rp89 Triliun

25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Palsu, Konsumen Rugi hingga Rp89 Triliun

Kementan ungkap 25 dari 27 merek beras fortifikasi diduga palsu, merugikan konsumen hingga Rp89 triliun. Simak fakta lengkapnya.

Indomaret Bersama MY BABY Adakan Posyandu Balita Satu Hati di Kota Batu

Indomaret Bersama MY BABY Adakan Posyandu Balita Satu Hati di Kota Batu

enanganan stunting di Kota Batu mendapat dukungan sektor swasta. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Indomarco Prismatama (Indomaret) bersama MY BABY menyalurkan bantuan sarana kesehatan dan dukunga

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer