MALANG KOTA - Duka atas meninggalnya Paus Fransiskus atau Paus Gereja Katolik ke226 pada 21 April lalu dirasakan umat Katolik di seluruh dunia.
Sebagai wujud penghormatan, seluruh gereja Katolik menggelar doa bersama.
Salah satunya di Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel (Gereja Ijen), kemarin (22/4).
Doa di Gereja Ijen itu diikuti sekitar 750 orang.
Mereka hadir sejak i pukul 18.00 sampai 19.00.
Menurut anggota seksi peribadatan Gereja Ijen Heribertus Heru, doa dipimpin Pastor Paroki Romo Ignatius Adam Suncoko.
”Sebelum doa bersama, tadi sempat ditampilkan video saat Paus mengunjungi Indonesia pada September 2024,” jelas dia.
Acara itu juga diisi penyampaian ajaran penting dari Paus Fransiskus.
Antara lain terkait kepedulian terhadap orang miskin, orang yang terpinggirkan, hingga orangorang muda.
Sejumlah ajaran penting itu diharapkan bisa diamalkan umat Katolik.
Setelah doa bersama di gereja, Romo Adam juga mengimbau agar umat tetap melanjutkan doa untuk Paus Fransiskus.
Baik doa secara pribadi, bersama keluarga, maupun berkelompok.
”Selain itu, selama 9-10 hari setelah kematian Paus Fransiskus ditetapkan sebagai hari berkabung,” imbuh Heribertus.
Dia menjelaskan bahwa wafatnya Paus Fransiskus menjadi duka mendalam bagi umat Katolik.
Dia berharap gagasan dan ajaran Paus Fransiskus tentang kesederhanaan hingga kepedulian terhadap sesama bisa diteruskan oleh seluruh umat Katolik. (mel/fat)
Editor : A. Nugroho