Otoritas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel mengumumkan pada Kamis (30/4/2025), bahwa sebanyak 119 petugas masih berupaya memadamkan kebakaran hutan besar yang melanda kawasan pegunungan Yerusalem, mencakup 11 area terdampak.
Wilayah yang dilaporkan terbakar meliputi Sha'ar HaGai, Masilat Zion, Netaf, Yad Hashmonah, Nafeh Ilan, Mavo Hauron, Canada Park, Anaba sampai Latrun, Nafeh Shalom, Burma Road hingga Hutan Ashkelon, serta Beit Meir dan Shoresh.
Sebagai langkah pengamanan, tujuh pemukiman dievakuasi.
Menurut laporan media lokal, 17 petugas pemadam mengalami luka-luka selama proses pemadaman, menjadikan total korban luka sekitar 30 orang.
Selain pasukan darat, sebanyak 15 pesawat pemadam milik Angkatan Udara Israel juga dikerahkan sepanjang malam untuk membantu mengendalikan kebakaran ini, yang disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah negara tersebut.
Penyelidikan penyebab kebakaran masih berlangsung dan melibatkan badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet.
Baca Juga: Krisis Kemanusiaan: Lebih dari 50.000 Korban di Gaza Sejak Penyerangan Israel di Tahun 2023
Namun, pihak keamanan menyebut bahwa terlalu dini untuk menyimpulkan apakah kebakaran ini disengaja atau berkaitan dengan motif tertentu.
Dugaan sementara mengarah pada kondisi cuaca ekstrem berupa suhu tinggi, udara kering, dan hembusan angin kencang yang mempercepat penyebaran api di hutan pinus.
Untuk menangani situasi darurat ini, pemerintah Israel mengirimkan kampanye diplomatik besar-besaran.
Menteri Sa’ar dikabarkan telah menghubungi para menteri luar negeri dari negara-negara seperti Inggris, Prancis, Swedia, Republik Ceko, Argentina, Spanyol, Makedonia Utara, dan Azerbaijan guna meminta bantuan internasional. (nai)
Editor : Aditya Novrian