Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

1.183 Calon Jamaah Haji di Kota Malang Resmi Berangkat ke Tanah Suci

Bayu Mulya Putra • Jumat, 2 Mei 2025 | 17:49 WIB

TUNGGU JADWAL BERANGKAT: Staf Kantor Kemenag Kota Malang melayani salah satu warga, beberapa waktu lalu. Kemenag menutup jadwal pelunasan Bipih pada 25 April lalu.
TUNGGU JADWAL BERANGKAT: Staf Kantor Kemenag Kota Malang melayani salah satu warga, beberapa waktu lalu. Kemenag menutup jadwal pelunasan Bipih pada 25 April lalu.

MALANG KOTA – Pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) resmi ditutup pada 25 April lalu.

Hasilnya, ada 1.183 calon jemaah haji (CJH) yang resmi diberangkatkan dalam 3,5 kloter. Mereka bakal berangkat ke tanah suci secara bertahap pada 23 Mei dan 24 Mei mendatang.

Kasi Pelaksanaan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Malang Subhan menyebut, jamaah yang berangkat masuk kategori berhak lunas dan pendamping.

Total seluruh kategori itu sebanyak 746 orang. Lalu, ada 90 CJH cadangan, 335 CJH yang melakukan mutasi masuk, dan 12 panitia haji.

Baca Juga: Mayoritas Calon Jamaah Haji Kloter Awal di Surabaya Masuk Risiko Tinggi

”Untuk petugas kami bagi lagi. Terdiri dari enam petugas kloter dan enam tenaga kesehatan,” kata Subhan.

Dia melanjutkan, seluruh CJH akan diberangkatkan dalam kloter 76, 77, 80, dan 81. Namun untuk kloter 81 bercampur dengan CJH dari Malang Raya.

”Karena itu pemberangkatannya dalam 3,5 kloter,” imbuhnya.

Untuk CJH kloter 76 dan kloter 77, rencananya akan diberangkatkan dari Kota Malang pada 23 Mei. Mereka akan masuk asrama terlebih dahulu. Baru berangkat pada 24 Mei ke Jeddah.

Baca Juga: 331 Calon Jamaah Haji asal Kabupaten Malang Gagal Berangkat

Sementara dua kloter selanjutnya diberangkatkan tanggal 24 Mei ke Asrama. Selanjutnya menuju Jeddah pada 25 Mei. Sebelum berangkat, para CJH juga sudah menjalani manasik pada 20 April sampai 25 April lalu.

Mereka mendapat pembekalan berupa materi spiritual, manajemen dam (denda), adat istiadat Arab Saudi, alur perjalanan, upaya menjaga kemabruran haji, praktik zikir dan doa, hingga penurunan ihram.

”Selebihnya kami meminta CJH untuk menjaga kesehatan sambil menunggu jadwal keberangkatan,” tambah Subhan.

Dia berharap CJH yang membutuhkan pendampingan medis tetap mengonsumsi obat dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Itu bertujuan untuk mencegah kondisi-kondisi yang tidak diinginkan. Sebab ada CJH yang akhirnya tidak bisa berangkat karena terjangkit kanker atau penyakit lainnya. (mel/by)

Editor : Aditya Novrian
#calon #haji #resmi #jamaah #Kota Malang #Diberangkatkan