RADAR MALANG – DAY6 telah menyelesaikan konser “FOREVER YOUNG” di Gelora Bung Karno Stadion Madya, Jakarta, sebagai bagian dari tur dunia ketiga mereka pada Sabtu (3/5) lalu.
Namun, konser tidak berjalan mulus karena cuaca serta kelalaian promotor akan manajemen yang buruk.
Para penggemar dibiarkan berdiri di luar venue selama berjam-jam di tengah hujan badai, angin kencang, dan hujan lebat dengan perlindungan yang minim.
Hal ini mengakibatkan konser harus ditunda beberapa jam untuk alasan keamanan.
Video dan foto yang menunjukkan robohnya tenda-tenda sementara serta aksi protes massal di luar venue dengan cepat menjadi viral.
Memicu penggemar melontarkan kritik tajam terhadap penyelenggara konser lokal, Mecima Pro.
Menanggapi hal tersebut, agensi DAY6, JYP Entertainment menyampaikan permintaan maaf melalui kanal resmi DAY6, kemarin (4/5).
“Karena manajemen yang buruk dalam proses penyelesaian dengan promotor lokal, penanganan di lokasi dan langkah-langkah keselamatan tidak memadai saat cuaca buruk, sehingga pemeriksaan suara (sound check) dan dimulainya konser tertunda dari jadwal semestinya. Kami dengan tulus meminta maaf kepada para penggemar yang telah menunggu konser dalam cuaca buruk untuk waktu yang lama atas segala ketidaknyamanan yang terjadi, dan juga kepada artis kami yang telah memberikan usaha terbaiknya demi para penggemar meskipun dalam kondisi yang sulit,” tulisnya.
Mereka menambahkan, “Kami merasa sangat prihatin atas kejadian ini. Kami akan melakukan yang terbaik untuk menjaga artis kami agar dapat sepenuhnya fokus pada penampilan mereka dalam kondisi terbaik di masa mendatang, serta akan memantau secara ketat situasi di lokasi agar para penggemar dapat menikmati konser tanpa kendala apa pun.”
Sebelumnya, promotor telah mendapat banyak kecaman karena berbagai kontroversi seperti perpindahan venue hingga masalah keterlambatan mengirim SN dan QN pada mitra ticketing.
Awalnya, DAY6 dan agensi mereka, JYP Entertainment, telah menyewa Jakarta International Stadium melalui kontrak dengan promotor lokal Mecima.
Namun kemudian, Mecima tiba-tiba memberi pemberitahuan bahwa lokasi akan diubah dengan alasan adanya pertandingan sepak bola yang dijadwalkan di Jakarta International Stadium.
Tetapi, pertandingan tersebut ternyata dibatalkan, sehingga menimbulkan tanda tanya.
Penggemar juga menuntut untuk adanya opsi pengembalian dana karena perpindahan venue tersebut merugikan mereka.
Akan tetapi, hingga saat ini, penggemar yang melakukan ticketing melalui situs web Mecima dan mengajukan pengembalian dana banyak yang belum mendapatkan uangnya kembali.
Masalah tidak berhenti di situ.
Dua hari sebelum konser, pihak tiket.com sebagai mitra ticketing Mecima Pro harus melakukan langkah proaktif untuk mengembalikan dana penggemar.
Sebab, Mecima tidak segera mengirimkan nomor kursi (SN) dan nomor antrian (QN) hingga dua hari sebelum konser.
Dengan berbagai masalah yang ditimbulkan, penggemar masih menuntut keadilan dan permintaan maaf secara resmi dari Mecima.
Hingga saat ini, pihak Mecima bahkan belum menyampaikan permintaan maaf resmi yang layak.
Meskipun telah lalai dalam proses pemindahan tiket akibat perubahan lokasi dan juga manajemen pada hari konser.
Di tengah situasi ini, para anggota DAY6 telah beberapa kali menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada penonton sejak acara sound check yang dilakukan sebelum konser utama.
Penggemar juga menyampaikan ketidakpuasan mereka saat konser dengan interaksi yang tidak sehangat sebelumnya.
Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus menunjukkan bagaimana lelahnya mental mereka ketika menghadiri konser setelah berbagai drama yang dihadapi.
Hal ini menyebabkan anggota DAY6 serta penggemar dari luar negeri yang datang saat itu salah paham kalau protes tersebut ditujukan pada mereka.
Padahal bentuk protes tersebut ditujukan pada promotor.
Para penggemar juga meninggalkan komentar di media sosial DAY6 setelah mereka merilis pernyataan seperti “Ini kesalahan agensi lokal, bukan DAY6” dan “Kami tidak marah kepada para member, kami kecewa pada promotor.”
Penggemar menyatakan mereka hanya ingin JYP Entertainment mengganti promotor konser untuk DAY6 setelah huru-hara yang terjadi. (rossa)
Editor : A. Nugroho