KEPANJEN – Dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2025 yang mengalir ke Kabupaten Malang cukup besar.
Untuk dinas tenaga kerja (disnaker) saja mendapat jatah Rp 8,4 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk pelatihan petani tembakau. Pelaksana Tugas Kepala Disnaker (Kadisnaker) Kabupaten Malang Yudhi Hindharto menjelaskan, pihaknya sudah mendapat alokasi DBHCT sejak 3 tahun lalu. Nominalnya hampir sama setiap tahun. Tahun ini kebagian Rp 8,4 miliar.
“Sekitar Rp 8 miliar untuk pelatihan, Rp 400 juta untuk BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan di luar pelatihan. Alokasinya kurang lebih tidak berubah sejak 3 tahun lalu,” terang dia.
Pemanfaatan DBHCT untuk disnaker hanya boleh dipakai untuk memberikan pelatihan berbasis uji kompetensi pada warga yang membutuhkan.
Baca Juga: Efek Tarif Trump, Lima Industri di Gresik Wadul Disnaker
Dengan dana sebesar itu, Yudhi mengatakan, rencananya akan digelar 34 kegiatan pelatihan sekaligus sertifikasi keahlian bagi para peserta. Jenisnya bermacam-macam.
Mulai dari pembuatan kue atau bakery, latihan menjahit, tata rias rambut, merias wajah, barista, digital marketing, dan pengoperasian forklift atau alat berat. Disnaker menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) terpilih yang bisa mengeluarkan sertifikat yang diakui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Sejak Maret lalu pihaknya sudah melaksanakan dua kegiatan. Yakni di Kecamatan Poncokusumo dan Tajinan. Agenda berikutnya direncanakan digelar di Kecamatan Wajak.
”Sasarannya adalah petani tembakau, kami menggandeng kelompok petani tembakau, nanti kami dikasih nama-namanya. Ke depannya akan menyasar eks buruh pabrik rokok,” kata Yudhi.
Baca Juga: Disnaker Malang Temukan Dua Kasus Penahanan Ijazah
Semuanya merupakan warga usia produktif di bawah 40 tahun dengan beragam tingkat pendidikan. Khususnya, yang di wilayahnya ada kebun tembakau.
Karena kegiatan DBHCT, disnaker akan berbarengan kerjanya dengan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang. Lama pelatihannya bervariasi, bergantung tema pelatihan yang diikuti.
Mulai dari 19 sampai satu bulan penuh. Setiap k e g i a t a n betul-betul terpantau. Dari kehadiran, jam ikut pelatihan, sampai progres pembelajaran. Total ada 739 orang yang terdaftar untuk ikut dan akan mengikuti pelatihan kerja.
Karena bersertifikat, maka penerima manfaat bisa langsung terjun ke dunia kerja. Di sisi lain, warga peserta pelatihan juga bisa membuka usaha sendiri. Dalam pelatihan juga diberi materi soal itu. (kominfokabmalang/biy/dan)
Editor : Aditya Novrian