RADAR MALANG - Keputusan Luna Maya melakukan pembekuan sel telur (egg freezing) kembali menjadi sorotan publik menjelang pernikahannya dengan Maxime Bouttier.
Langkah ini dinilai cerdas oleh banyak warganet, mengingat usianya yang kini 41 tahun namun tetap memiliki peluang besar untuk menjadi ibu berkat teknologi tersebut.
Egg freezing adalah prosedur medis di mana sel telur diambil dari ovarium, lalu dibekukan dan disimpan untuk digunakan di masa mendatang.
Baca Juga: Luna Maya dan Maxime Bouttier Jalani Prosesi Siraman Jelang Pernikahan
Metode ini semakin populer di kalangan perempuan yang ingin menunda kehamilan karena alasan karier, kesehatan, atau belum menemukan pasangan yang tepat.
Proses ini bertujuan menjaga kualitas sel telur, sehingga peluang kehamilan tetap terjaga meski usia bertambah.
Dokter kandungan menyarankan prosedur ini dilakukan sebelum usia 35 tahun, karena kualitas dan jumlah sel telur menurun signifikan setelah usia tersebut.
Baca Juga: Anti Boring! Jelajahi Kafe dengan Board Games dan Fun Activity di Kota Malang!
Dengan membekukan sel telur di usia muda, perempuan memiliki kemungkinan lebih besar untuk hamil di kemudian hari, bahkan jika dilakukan setelah usia 40 tahun.
Prosedur egg freezing dimulai dengan stimulasi hormon untuk mematangkan sel telur, kemudian dilakukan pengambilan (ovum pick-up), dan akhirnya sel telur disimpan dalam lemari pendingin khusus.
Saat ingin hamil, sel telur dicairkan, dibuahi dengan sperma melalui program bayi tabung (IVF), lalu ditanamkan ke rahim.
Baca Juga: Langkah Kecil Menuju Konsistensi, Ini Tips Menjaga Pola Makan Sehat
Biaya egg freezing di Indonesia bervariasi, berkisar antara Rp40 juta hingga Rp50 juta untuk satu kali prosedur.
Angka ini belum termasuk biaya penyimpanan sel telur yang rata-rata sekitar Rp300 ribu per bulan.
Biaya dapat berbeda tergantung klinik, jumlah sel telur yang dibekukan, serta kondisi medis pasien.
Seperti prosedur medis lain, egg freezing memiliki efek samping, seperti perubahan suasana hati, sensasi panas, sakit kepala, mual, kram, kembung, hingga nyeri ringan setelah tindakan.
Risiko serius seperti perdarahan, infeksi, atau komplikasi lain sangat jarang, namun tetap perlu diperhatikan.
Baca Juga: Ngonten Pakai HP Doang: Tips Biar Tetap Estetik
Selain itu, peluang keberhasilan kehamilan juga dipengaruhi oleh usia saat pembekuan dan jumlah sel telur yang disimpan.
Keputusan Luna Maya membekukan sel telur sejak 2021 menunjukkan kesadaran dan kemandirian dalam merencanakan masa depan reproduksinya.
Langkah ini bisa menjadi inspirasi bagi perempuan lain yang ingin menunda kehamilan namun tetap menjaga peluang menjadi ibu di masa mendatang.(NR)
Editor : Aditya Novrian