Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang Kembangkan Aplikasi Deteksi Anemia Lewat Smartphone

A. Nugroho • Kamis, 8 Mei 2025 | 21:49 WIB

 
INOVATIF: Dekan Fakultas Vokasi UMM Dr Ir Lailis Syafa
INOVATIF: Dekan Fakultas Vokasi UMM Dr Ir Lailis Syafa

MALANG KOTA - Anemia masih menjadi masalah kesehatan dengan jumlah kasus yang tinggi. Untuk mendeteksinya, serangkaian tes harus dilakukan. Guna mempermudah deteksi dini anemia, Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan Self-Monitoring Anemia Non-Invasif Berbasis Citra Konjungtiva Mata untuk Deteksi Dini dengan Smartphone.

Itu merupakan inovasi berupa alat yang digunakan untuk memeriksa kadar hemoglobin pada darah dengan menggunakan konjungtiva mata. Caranya memanfaatkan citra pembuluh darah konjungtiva mata dan alat. Hasilnya lalu diolah menggunakan artificial intelligence (AI) untuk mengetahui apakah seseorang tersebut kadar hemoglobinnya normal atau mengalami anemia.

Alat tersebut dikembangkan oleh Dekan Fakultas Vokasi UMM Dr Ir Lailis Syafa'ah MT. Selain Lailis, ada Zulfatman dan La Febry Andira Rose Cynthia. Mereka dibantu tiga mahasiswa Teknik Elektro UMM yakni Ahmad Rival Ekananda, Baiq Dewi Eriyani, serta Rafidan Zulvan Adriansyah.

Menurut Lailis, pengembangan alat deteksi dini anemia dilakukan untuk kemanusiaan. Ditambah lagi dengan latar belakangnya di bidang teknologi biomedik. "Selain itu, anemia kan merupakan penyakit regeneratif," jelas Lailis.

Terkait dengan cara kerja, alat ini menggunakan teknologi AI dan algoritma pengolahan citra untuk mendeteksi anemia secara non-invasif melalui analisis citra konjungtiva mata. Jika konjungtiva mata menunjukkan kepucatan, maka orang tersebut terindikasi anemia.

Alat yang dikembangkan tim Fakultas Vokasi UMM efektif. Berbeda dengan pemeriksaan anemia secara konvensional. "Kalau konvensional membutuhkan jarum suntik, reagen, waktu, dan biaya yang besar," imbuh Lailis.

Kendati demikian, pendeteksi anemia yang dibuat masih dalam tahap pengembangan. Untuk bisa masuk ke Playstore dan diunduh, sampel pemeriksaan harus ditambah sampai 100 sampel. Dalam mencari sampel, tim UMM juga harus mencari pasien-pasien di rumah sakit atau fasilitas kesehatan.

 

Ke depan, Lailis menyatakan akan terus mengembangkan deteksi dini anemia. Agar lebih populer dan diterima, tentunya perlu kerja sama dengan pihak-pihak di dunia kedokteran. (mel)

Editor : A. Nugroho
#deteksi #muhammadiyah #UMM #malang #alat #anemia #Universitas