SIDOARJO - Sri Wahyuni menjadi korban penjambretan di Jalan Pahlawan Rabu (7/5) malam.
Tasnya ditarik hingga perempuan 46 tahun itu terjungkal dari motor.
Korban meninggal saat di rumah sakit. Aksi penjambretan itu terjadi pukul 23.00.
Sri memacu motor dari arah timur.
Motornya kemudian terjungkal di depan Halte Pondok Mutiara.
Sri awalnya dikira warga yang menolong mengalami kecelakaan tunggal.
Namun, ternyata tali tas selempang yang melingkar di tubuhnya tampak putus.
Indikasi Sri dijambret muncul karena ada warga yang melihat dua pria boncengan motor melaju kencang saat dia jatuh.
”Kemungkinan itu pelakunya. Jadi, jatuh karena tasnya ditarik paksa,” kata Istian, salah seorang warga kemarin (8/5).
Dia tidak bisa memastikan jenis motornya.
Yang pasti, korban kemudian dibawa warga ke RS Delta Surya.
Nahas, nyawanya tidak terselamatkan.
Sri dinyatakan meninggal pukul 02.00.
Kapolsek Sidoarjo Kota Kompol Hery Setyo Susanto tidak menampik adanya kejadian itu. Namun, dia tidak memberi banyak penjelasan.
”Ditangani polres,” katanya.
Dari sumber di kepolisian menjelaskan, korban tidak membawa kartu identitas saat kejadian.
Namun, di dalam tasnya ditemukan kuitansi pembayaran kos.
Dokumen tersebut menjadi petunjuk untuk mengidentifikasinya.
”Kos di Sarirogo,” katanya sembari mewanti-wanti agar namanya tidak disebutkan.
Jawa Pos sempat mendatangi kos itu.
Namun, pagarnya tertutup rapat.
Fatimah, warga sekitar, membenarkan korban tinggal di sana.
”Aslinya Rembang kalau tidak salah,” ungkapnya.
Sri disebut sehari-hari bekerja di Surabaya.
”Di sini sudah lama. Lebih dari setahun,” sambungnya.
Fatimah menambahkan, korban tinggal di kos sendiri.
Namun, sepengetahuannya dia sudah berkeluarga.
”Anaknya satu,” katanya.
Sri diperkirakan dalam perjalanan pulang setelah kerja saat kejadian. (edi/uzi/adn)
Editor : A. Nugroho