Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Merdeka dalam Energi

G
Penulis: Galih R Prasetyo❯
Galih R. Prasetyo, Jurnalis Jawa Pos Radar Malang
Galih R. Prasetyo, Jurnalis Jawa Pos Radar Malang

Advertisement

KOTA MALANG, RADAR MALANG - KERESAHAN dan kesulitan yang muncul akibat harga bahan bakar minyak (BBM) naik dan pemadaman listrik bergilir menghadirkan satu fakta penting. Kita punya ketergantungan tinggi terhadap energi. Saat ditelaah lebih dalam, menunjukkan adanya belenggu dalam kehidupan sehari-hari.

Kemudahan yang ditawarkan pada era modern saat ini, ternyata menciptakan sebuah keterbatasan. Bisa dibayangkan, bagaimana dampak saat BBM tiba-tiba langka, atau di Indonesia terjadi blackout (pemadaman listrik total). Tentunya, setengah aktivitas di kehidupan kita akan lumpuh.

Advertisement

Kuda besi yang jadi kebanggaan yang beberapa masih punya angsuran itu akan mati suri untuk sementara waktu. Kemudahan yang ditawarkan mobile banking atau E-money hanya akan bertahan dalam hitungan jam. Beragam aktivitas produksi modern dengan teknologi canggih yang menawarkan kecepatan dan hasil detail juga tak akan berdaya.

Tak hanya itu, handphone canggih yang Anda miliki pastinya tak bisa beroperasi. Dipastikan, situasi itu akan membuat mobilitas, produksi, komunikasi, sampai transaksi terkena dampak yang luar biasa. Beberapa pelaku usaha di Kota Malang mengaku mengalami kerugian puluhan juta akibat pemadaman bergilir beberapa waktu lalu. Padahal listrik mati dalam hitungan jam.

Karena itu, kenaikan harga BBM bukan hanya tentang bagaimana situasi minyak dunia. Atau pemadam listrik akibat kekurangan batu bara saja. Toh, saat minyak dunia kembali ke harga terendah selama perang belum berdampak apa-apa sekarang.

Satu hal yang perlu menjadi catatan saat ini, apakah kita siap menghadapi situasi blackout dan kelangkaan BBM. Meski situasi itu belum akan terjadi dalam waktu dekat, tapi perlu diingat dua energi itu tak terbarukan. Artinya sangat mungkin habis.

Lantas, apakah mungkin manusia merdeka secara energi? Sangat mungkin un tuk dilakukan, tetapi membutuhkan usaha. Contoh sederhananya, kita bisa mulai berinvestasi dengan membeli sepeda. Kayuhan demi kayuhan (baca dengan nada lagu Dalam Dinamika) akan membuat kita bergerak ke daerah yang dituju.

Sedangkan untuk tidak bergantung dengan listrik PLN, mulai membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) bisa jadi salah satu solusi. Berdasar penelusuran saya dari berbagai sumber, sudah mulai banyak masyarakat memanfaatkan PLTS untuk memenuhi kebutuhan akan listrik.

Saat ini PLN juga sudah memanfaatkan PLTS. Itu setelah membangun PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat. Lalu, PLTS Likupang yang berada di Sulawesi Utara.

Sebagai informasi, jenis sistem PLTS ada tiga. Pertama, On-Grid yang terhubung dengan jaringan PLN. Tidak terhubung baterai. Biaya pasang paling murah, bisa menghemat tagihan bulanan secara langsung. Kedua Off Grid atau mandiri total tanpa bantuan PLN. Harus menggunakan baterai.

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Akademisi UB: Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa Cerminkan Masalah Energi Nasional

Akademisi UB: Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa Cerminkan Masalah Energi Nasional

Akademisi UB menilai pemadaman listrik bergilir di Indonesia dipicu masalah kebijakan energi domestik, termasuk pasokan batu bara dan disparitas harga pasar.

Staycation Tak Lagi Sekadar Liburan Singkat, Kini Menjadi Cara Baru Memulihkan Energi dan Menjaga Kesehatan Mental

Staycation Tak Lagi Sekadar Liburan Singkat, Kini Menjadi Cara Baru Memulihkan Energi dan Menjaga Kesehatan Mental

Staycation berkembang menjadi bagian dari gaya hidup yang berfokus pada pemulihan energi dan kesehatan mental.

Hearts2Hearts Resmi Comeback dengan Lemon Tang, Tampilkan Energi Segar dan Warna Musik yang Lebih Berani

Hearts2Hearts Resmi Comeback dengan Lemon Tang, Tampilkan Energi Segar dan Warna Musik yang Lebih Berani

Melalui Lemon Tang, Heart2Heart menghadirkan konsep yang memadukan kesegaran musim panas dengan energi muda yang ceria.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer