Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: Indonesia Akan Setop Impor BBM dari Singapura, Target Enam Bulan

Aditya Novrian • Minggu, 11 Mei 2025 | 17:55 WIB

Foto Bahlil Lahadalia. (detik finance/dok. Kementrian ESDM)
Foto Bahlil Lahadalia. (detik finance/dok. Kementrian ESDM)

RADAR MALANG - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan rencana pemerintah untuk menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) dari Singapura, yang selama ini menyumbang sekitar 54 persen dari total impor BBM nasional.

Keputusan ini diambil setelah evaluasi menunjukkan harga BBM dari Singapura setara dengan harga dari negara-negara Timur Tengah, padahal secara geografis, jarak Singapura jauh lebih dekat ke Indonesia.

Baca Juga: Paus Leo XIV Ternyata Pernah Menginjakkan Kaki di Tanah Papua pada 2003

Bahlil menilai, kondisi tersebut tidak masuk akal.

“Kenapa tidak mungkin berhenti impor BBM dari Singapura? Justru harusnya lebih murah, masa barang dekat harganya sama dengan yang dari Timur Tengah,” ujarnya di Jakarta.

Ia juga menyoroti fakta bahwa Singapura bukan negara penghasil minyak mentah, namun Indonesia selama ini mengimpor BBM dalam jumlah besar dari negara tersebut.

Baca Juga: RS Prasetya Husada Edukasi Flu Musiman di Musim Pancaroba Lewat Radio & Instagram Live

Sebagai langkah awal, pemerintah menargetkan pengalihan impor BBM dari Singapura ke negara lain dapat terealisasi dalam waktu enam bulan ke depan.

Untuk mendukung transisi ini, Pertamina tengah membangun dermaga baru yang mampu menampung kapal berukuran besar.

Selama ini, impor BBM dari Singapura dilakukan menggunakan kapal kecil, sehingga efisiensi pengangkutan menjadi salah satu pertimbangan pembangunan pelabuhan yang lebih besar.

Baca Juga: Segera Salip Agak Laen, Jumbo Telah Mencapai 9 Juta Penonton!

Selain faktor harga, Bahlil menegaskan pengurangan impor BBM dari Singapura juga mempertimbangkan aspek geopolitik dan geoekonomi.

Pemerintah ingin menciptakan keseimbangan dalam sumber impor BBM, sekaligus memperkuat kedaulatan energi nasional.

Sebagian impor BBM yang sebelumnya berasal dari Singapura akan dialihkan ke Amerika Serikat.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi negosiasi Indonesia dalam merespons kebijakan tarif tinggi yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

“Kita sudah punya perjanjian dengan Amerika. Salah satu yang kita tawarkan adalah membeli beberapa produk dari mereka, di antaranya BBM, crude, dan LPG,” jelas Bahlil.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap Indonesia dapat memperoleh BBM dengan harga lebih kompetitif dan memperkuat posisi tawar dalam perdagangan energi internasional.

Baca Juga: Gaya Hidup, Pemikiran, hingga Visi : Paus Leo XIV Bikin Orang Ingat Paus Fransiskus!

Proses pengalihan impor ini akan dilakukan secara bertahap hingga Indonesia benar-benar menghentikan ketergantungan pada BBM asal Singapura.(NR)

Editor : Aditya Novrian
#Singapura #bahlil lahadalia #esdm