RADAR MALANG - Kesejahteraan guru di Indonesia kembali menjadi perhatian publik. Anggota Komisi X DPR RI, Juliyatmono, menegaskan bahwa standar gaji guru yang ideal seharusnya mencapai Rp 25 juta per bulan.
Menurutnya, angka tersebut akan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk berprofesi sebagai guru serta berdampak positif terhadap kualitas pendidikan nasional.
"Gaji guru standarnya harus Rp 25 juta per bulan. Ini baru akan ideal di Indonesia, dan minat menjadi guru akan meningkat," ujar Juliyatmono saat kunjungan kerja Komisi X DPR RI ke Jambi, Kamis (8/5/2025).
Baca Juga: Start Revitalisasi Pasar Comboran Molor
Juliyatmono, politisi Fraksi Partai Golkar, menilai bahwa penghargaan yang layak bagi guru akan meningkatkan motivasi dalam mengajar.
Ia juga menyoroti bahwa alokasi anggaran pendidikan yang saat ini sudah mencapai 20 persen dari APBN belum sepenuhnya efektif memenuhi kebutuhan mendasar, terutama dalam hal kesejahteraan guru.
Ia mengusulkan agar pengeluaran anggaran pendidikan difokuskan, misalnya dua persen dari PDB, agar benar-benar menyasar peningkatan kesejahteraan guru.
Baca Juga: Jang Daah dan Kim Junhan Bakal Gabung dengan Kim Hyeyoon dan Lee Jongwon di Film Horor Salmokji
Lebih lanjut, Juliyatmono menekankan bahwa pendidikan merupakan kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), keluarga dengan pendidikan minimal S1 cenderung tidak masuk kategori miskin.
Sebaliknya, semakin rendah tingkat pendidikan, semakin tinggi risiko kemiskinan yang dihadapi.
Dalam konteks revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) yang tengah dibahas, Juliyatmono mendorong agar guru ditempatkan sebagai garda terdepan pembangunan sumber daya manusia.
"Guru adalah fondasi peradaban. Tanpa penghargaan yang layak, kita tak bisa berharap banyak dari sistem pendidikan," tegasnya.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2024, rata-rata gaji guru ASN golongan III hanya berkisar antara Rp 4 juta hingga Rp 7 juta per bulan.
Sementara itu, gaji guru honorer bisa jauh di bawah angka tersebut, bahkan di bawah upah minimum regional (UMR) di beberapa daerah.
Hal ini menandakan adanya kesenjangan besar antara beban kerja dan penghargaan terhadap profesi guru.
Baca Juga: MotoGP Prancis Full Chaos! Johann Zarco Menang di Kandang, Asapi Marc Marquez dan Ducati
Data BPS terbaru juga menunjukkan bahwa sektor pendidikan termasuk dalam lima bidang usaha dengan gaji terendah di Indonesia, rata-rata hanya Rp 2,79 juta per bulan.
Sektor pendidikan juga menjadi salah satu dari empat lapangan usaha yang mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 1,73 persen.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah berupaya meningkatkan kesejahteraan guru, antara lain dengan memberikan tunjangan profesi guru (TPG).
Baca Juga: Perspektif: Kanjuruhan, Never Forget, Never Forgive
Guru non-ASN bersertifikasi menerima TPG sebesar Rp 2 juta per bulan, sehingga pada Maret 2025 total TPG yang diterima mencapai Rp 6 juta untuk tiga bulan.
Sementara guru ASN menerima TPG setara gaji pokok per bulan, dikali tiga bulan.
Untuk guru honorer nonsertifikasi, pemerintah menyalurkan bantuan sebesar Rp 300 ribu per bulan mulai Juli 2025 kepada 310 ribu guru.
Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: Indonesia Akan Setop Impor BBM dari Singapura, Target Enam Bulan
Jika dihitung per semester, bantuan ini mencapai Rp 1,8 juta atau Rp 3,6 juta per tahun.
Selain itu, program bantuan pendidikan bagi guru untuk studi S1 atau D4 juga digulirkan, dengan alokasi Rp 3 juta per semester untuk sekitar 12 ribu guru di seluruh Indonesia.
Laporan UNESCO Global Education Monitoring (GEM) 2023 menunjukkan bahwa negara-negara dengan sistem pendidikan unggul, seperti Finlandia dan Korea Selatan, memberikan kompensasi kepada guru yang setara dengan profesi lain di sektor berbeda.
Di beberapa negara maju, meski gaji guru telah meningkat, masih ada kesenjangan dibandingkan profesi lain dengan tingkat pendidikan serupa.
Namun, insentif tambahan, bonus, dan tunjangan terbukti efektif menahan laju keluar guru dari profesi tersebut.
Permasalahan kesejahteraan guru di Indonesia masih menjadi tantangan besar.
Baca Juga: Paus Leo XIV Ternyata Pernah Menginjakkan Kaki di Tanah Papua pada 2003
Usulan gaji ideal Rp 25 juta per bulan dinilai dapat menjadi solusi untuk meningkatkan minat menjadi guru dan memperbaiki kualitas pendidikan.(NR)
Editor : Aditya Novrian