SURABAYA - Penertiban bangunan liar (bangli) di kanan-kiri sungai Kalianak dilanjutkan kemarin (15/5).
Yakni di RW 7 kelurahan Morokrembangan dan RW 1 Genting Kalianak untuk 200 meter pertama. Total sudah 40 rumah yang dibongkar.
Pemkot bersiap untuk 200 meter kedua. Kasatpol PP kota Surabaya M. Fikser menjelaskan, total keseluruhan di dua kelurahan itu mencapai 40 rumah yang dibongkar.
Ada 18 bangunan di sisi Morokrembangan dan sisanya di Genting Kalianak.
Baca Juga: Bangunan Liar di Sungai Kalianak Surabaya Mulai Dibongkar
”Mayoritas memang sudah bongkar sendiri, kalau yang sudah rata dengan sungai ada 15-an rumah,” kata Fikser kemarin.
Dia mengapresiasi komitmen warga atas upaya bongkar secara mandiri. Menurut dia, langkah tersebut bentuk kolaborasi dalam proses penyelesaian program penataan ruang sungai Kalianak.
Tujuannya untuk mengurangi potensi banjir. Dia mengungkapkan, kini tengah mempersiapkan pembongkaran pada 200 meter kedua. Sementara untuk 200 meter pertama diselesaikan hingga pekan depan.
”Kami sosialisasikan dan dialog berkala untuk yang 200 meter kedua,” ungkapnya.
Baca Juga: Bangunan Liar di Asemrowo Surabaya Dibongkar secara Mandiri
Beberapa warga memilih untuk kos atau kontrak sementara waktu sembari proses pembongkaran mandiri. Termasuk mengkoordinasikan dengan dinas terkait atas verifikasi relokasi rusun.
”Ada dua warga yang asetnya habis di Genting Kalianak, sudah didata dan proses verifikasi relokasi ke rusun,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua RW 1 Genting Kalianak Try Muryanto menjelaskan, sudah 100 meteran lebih yang dibongkar.
”Beberapa juga sudah bongkar mandiri tinggal menggunakan alat berat saja,” katanya. (zam/jun/adn)
Editor : Aditya Novrian