RADAR MALANG – Menjelang Idul Adha 2025 yang jatuh pada 6 Juni, banyak umat Muslim mulai mencari hewan kurban terbaik. Namun, tahukah kamu bahwa tidak semua hewan yang terlihat sehat secara kasat mata benar-benar layak untuk dikurbankan?
Agar ibadah kurban sah dan bernilai di sisi Allah, sangat penting untuk memastikan bahwa kambing atau sapi yang dipilih memenuhi syarat syariat dan kesehatan. Berikut panduan lengkap dan praktis untuk mengecek kesehatan hewan ternak sebelum berkurban.
Kenali Ciri-Ciri Hewan Kurban yang Sehat
Hewan kurban yang sehat biasanya aktif, kuat berdiri, dan tidak terlihat lemas. Mata tampak cerah dan bersinar, hidung basah alami (bukan karena flu), serta bulunya bersih dan mengilap.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Unik Seputar Kurban Idul Adha: Jarang Dibahas, Padahal Banyak yang Bingung!
Pastikan hewan memiliki nafsu makan yang baik dan responsif saat diberi pakan. Hindari hewan yang menunjukkan tanda-tanda seperti diare, mata kotor, luka terbuka, atau adanya cairan mencurigakan dari hidung.
Jangan Abaikan Pemeriksaan Fisik Dasar
Selain tampilan luar, perhatikan juga pernapasan dan detak jantung hewan. Hewan yang sehat bernapas dengan ritme stabil, tidak sesak atau mengeluarkan suara aneh seperti mengi.
Pastikan juga tidak ada cacat fisik seperti pincang, buta, patah tanduk, atau ekor putus. Menurut syariat Islam, hewan dengan cacat fisik tidak sah untuk dijadikan kurban.
Pastikan Usia Hewan Sesuai Syarat Kurban
Syarat umur menjadi bagian penting dalam menentukan sah atau tidaknya hewan kurban. Untuk kambing atau domba, usia minimal adalah 1 tahun, ditandai dengan tanggalnya dua gigi susu depan.
Baca Juga: 90 Panitia Kurban Ikut Workshop Penyembelihan dari FakultasKedokteran Hewan UB
Sementara sapi atau kerbau harus berusia minimal 2 tahun. Kamu bisa memastikan dengan memeriksa apakah gigi susu sudah diganti dengan gigi tetap.
Jangan Lupa Minta SKKH dari Peternak
Mintalah Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) atau sertifikat veteriner dari penjual sebagai bukti bahwa hewan telah diperiksa dokter hewan. Dokumen ini menjamin bahwa hewan bebas penyakit menular dan layak untuk disembelih.
Adanya SKKH juga penting untuk memastikan hewan tidak berasal dari daerah zona merah penyakit seperti antraks atau PMK (Penyakit Mulut dan Kuku).
Pemeriksaan Antemortem: Ideal Sebelum Hari H
Pemeriksaan antemortem dilakukan oleh dokter hewan sebelum penyembelihan. Pemeriksaan ini menyeluruh, meliputi observasi gerak, kondisi gigi, kuku, bulu, serta adanya tanda-tanda infeksi atau stres berat.
Hal ini penting untuk memastikan hewan tetap sehat hingga saat disembelih dan dagingnya aman dikonsumsi masyarakat.
Tips Praktis dan Perawatan Sebelum Hari Kurban
Pilih hewan yang gusi dan lidahnya berwarna merah segar—jika pucat atau kebiruan, bisa jadi pertanda anemia atau masalah pernapasan. Hindari hewan dengan kotoran encer atau bau menyengat.
Setelah membeli, rawat hewan dengan baik: beri pakan bergizi, air bersih, dan jaga kandang tetap higienis. Hindari stres berlebih agar hewan tetap bugar hingga Idul Adha.
Baca Juga: Tak Perlu Khawatir Lagi, Begini Cara Olah Daging Kambing agar Empuk dan Bebas Bau Saat Idul Adha
Kurban Sah Dimulai dari Hewan yang Sehat
Memastikan kesehatan hewan kurban bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual. Hewan yang sehat, cukup umur, dan bebas cacat menjadikan ibadah kurbanmu lebih sah dan bermakna.
Dengan persiapan yang matang dan pemahaman yang benar, kamu bisa menyambut Idul Adha 2025 dengan lebih tenang dan penuh berkah. Jangan ragu konsultasi ke dokter hewan atau Dinas Peternakan terdekat untuk informasi tambahan. (my)
Editor : Aditya Novrian