RADAR MALANG - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025 yang jatuh pada Jumat, 6 Juni, masyarakat mulai bersiap mengolah daging kurban, baik sapi maupun kambing. Tapi tahukah kamu? Meski terlihat mirip, keduanya punya karakter yang sangat berbeda dan harus diolah dengan cara yang tepat.
Salah teknik, daging bisa menjadi alot, kering, bahkan berbau tak sedap. Untuk itu, penting bagi masyarakat memahami perbedaan struktur, aroma, serta teknik memasak agar sajian Idul Adha tahun ini lebih nikmat di lidah dan ramah di perut.
Tekstur, Warna, dan Lemak: Mana yang Lebih Mudah Dimasak?
Daging sapi dikenal memiliki serat lebih halus dan renggang, sehingga lebih cepat empuk saat dimasak. Sementara itu, daging kambing memiliki serat tebal dan kasar yang membuatnya lebih kenyal jika tidak diolah dengan benar.
Baca Juga: Jelang Hari Raya Idul Adha, Harga Bapok di Malang Mengalami Kenaikan
Dari segi lemak, sapi unggul dengan marbling alami yang membuat daging terasa juicy. Lemak kambing cenderung lebih sedikit dan terpisah, sehingga berisiko menjadi kering jika dimasak terlalu lama. Dari warnanya, daging sapi cenderung merah cerah, sedangkan kambing lebih pucat ke arah merah muda.
Daging Sapi: Cocok untuk Rendang, Semur, dan Sup
Mengolah daging sapi membutuhkan waktu memasak yang lebih lama dan suhu yang lebih tinggi agar teksturnya benar-benar empuk. Gunakan bahan alami seperti daun pepaya, parutan nanas, atau air kelapa untuk mempercepat proses pengempukan.
Daging sapi sangat cocok untuk masakan berat seperti rendang, semur, sop, hingga steak. Sebelum diolah, rebus daging dengan rempah-rempah seperti jahe, daun salam, dan lengkuas untuk mengurangi bau amis dan menambah cita rasa.
Daging Kambing: Waspada Bau Prengus, Pilih Teknik yang Tepat
Daging kambing memerlukan perlakuan berbeda agar tidak menimbulkan aroma prengus yang menyengat. Cara paling sederhana adalah melumurinya dengan jeruk nipis atau lemon, lalu merebusnya dengan rempah seperti jahe, serai, dan daun salam.
Suhu rendah dan waktu memasak yang panjang jadi kunci untuk membuat daging kambing empuk dan tetap juicy. Daging kambing cocok dijadikan sate, gulai, atau tongseng dengan tingkat kematangan medium hingga medium well.
Tips Umum agar Daging Kurban Lezat dan Sehat
Tak hanya soal rasa, teknik memasak yang benar juga menjaga kandungan gizi dalam daging. Hindari mencuci daging terlalu lama karena bisa menghilangkan rasa alaminya. Sebaiknya, rebus daging terlebih dahulu untuk menghilangkan bau amis sebelum diolah lebih lanjut.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Unik Seputar Kurban Idul Adha: Jarang Dibahas, Padahal Banyak yang Bingung!
Pisahkan proses memasak daging sapi dan kambing agar masing-masing mendapat perlakuan suhu dan waktu yang sesuai. Buang lemak berlebih untuk membuat sajian lebih sehat tanpa mengorbankan rasa.
Nikmati Idul Adha dengan Masakan Terbaik
Memasak daging kurban bukan sekadar rutinitas, tapi bagian dari perayaan dan kebersamaan keluarga. Dengan memahami karakter dan teknik memasak daging sapi dan kambing, sajian Idul Adha akan terasa lebih istimewa.
Jangan sampai momen Idul Adha berubah jadi pengalaman pahit karena salah teknik mengolah. Yuk, siapkan peralatan masak, rempah-rempah, dan ilmu baru agar dapur di rumah menjadi sumber kebahagiaan di hari yang suci! (my)
Editor : Aditya Novrian