MALANG - Setiap kali Idul Adha tiba, stok daging kurban di rumah hampir selalu melimpah. Mulai dari daging sapi hingga kambing, semuanya menggoda untuk segera dimasak.
Tapi, sayangnya tak sedikit dari kita yang langsung mengolahnya menjadi menu berat dan bersantan kental, tanpa memikirkan kandungan gizinya. Padahal, daging kurban bisa diolah dengan lebih sehat tanpa mengorbankan rasa — asalkan tahu caranya.
Langkah awal yang sering diabaikan adalah mengolah daging dengan benar sejak awal. Sebelum dimasak, sebaiknya potong lemak berlebih dari permukaan daging, terutama pada daging kambing.
Lemak jenuh bisa meningkatkan kadar kolesterol bila dikonsumsi berlebihan. Setelah itu, rebus sebentar untuk mengurangi kadar lemak dan aroma prengus, terutama pada daging kambing.
Baca Juga: Makan Daging Kurban Tanpa Takut Asam Urat? Ini Rahasianya!
Selanjutnya, perhatikan teknik memasak. Alih-alih digoreng atau dibakar berlebihan, cobalah memasak daging dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang tanpa minyak berlebih.
Misalnya, daging sapi bisa diolah menjadi sup bening dengan tambahan sayuran seperti wortel, kentang, dan daun bawang. Selain lebih ringan, menu ini juga cocok untuk seluruh anggota keluarga.
Gunakan bumbu alami yang segar, seperti bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, dan daun salam.
Hindari penggunaan penyedap berlebihan dan garam berlebih. Rempah alami tidak hanya memberikan rasa, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Baca Juga: Delapan Minuman Penurun Kolesterol Jahat, Jaga Jantung Tetap Sehat Usai Pesta Daging Idul Adha
Tak kalah penting, padukan daging dengan sayuran dalam satu porsi makan. Menambahkan tumis brokoli, oseng buncis, atau lalapan segar akan membuat hidangan jadi lebih seimbang.
Kandungan serat dari sayuran bisa membantu mencerna protein dari daging, sekaligus menjaga kadar kolesterol tetap stabil.
Memasak daging kurban dengan cara sehat bukan berarti menghilangkan kenikmatan kuliner khas Idul Adha. Justru dengan cara ini, kamu bisa menikmati hidangan lezat sekaligus menjaga kesehatan keluarga.
Yuk, mulai ubah kebiasaan lama dengan pilihan menu yang lebih ringan, bergizi, dan tetap menggugah selera! (afh)
Editor : A. Nugroho