Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

18 Tahun Konsisten, Bagikan 840 Paket Daging di Hari Terakhir Tasyrik

Aditya Novrian • Selasa, 10 Juni 2025 | 14:30 WIB

Mall Director Malang Town Square Fifi Trisjanti (baju putih) membagikan daging kurban kepada penerima. (Darmono/Radar Malang)
Mall Director Malang Town Square Fifi Trisjanti (baju putih) membagikan daging kurban kepada penerima. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA – Tradisi berbagi saat Idul Adha terus dijaga Malang Town Square (Matos). Tahun ini, manajemen pusat perbelanjaan yang berlokasi di Jalan Veteran itu kembali menyalurkan 840 paket daging sapi. Kegiatan rutin yang telah berlangsung selama 18 tahun itu digelar kemarin (9/6), bertepatan dengan hari terakhir tasyrik.

Setiap paket berisi setengah kilogram daging sapi murni, tanpa campuran tulang. Pembagian dilakukan di sejumlah titik, diawali dari halaman Matos. Di lokasi itu, sebanyak 400 paket dibagikan kepada warga RW 04 dan RW 06 Kelurahan Penanggungan, serta warga Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen.

“Setelah dari Matos, kami lanjut ke TPA Supit Urang,” ujar Mall Director Malang Town Square Fifi Trisjanti.

Di kawasan tempat pembuangan akhir tersebut, tim Matos membagikan 100 paket untuk warga sekitar.

Tak hanya untuk masyarakat umum, sebanyak 184 paket juga dibagikan ke internal Matos. Mulai dari tukang parkir, petugas engineering, satpam, hingga customer service. Sementara 156 paket sisanya dibagikan secara langsung kepada warga di pinggir jalan yang ditemui tim saat perjalanan.

Fifi mengungkapkan, tahun ini pihaknya memilih tidak menyembelih hewan kurban seperti tahun sebelumnya. Berdasarkan keterangan sejumlah tokoh agama, instansi seperti mal tidak diwajibkan berkurban. Selain itu, pengalaman tahun lalu menjadi pertimbangan.

“Sapi 900 kilogram hanya jadi sekitar 500 paket daging. Maka tahun ini kami beli daging murni saja, supaya jumlah paket yang dibagikan bisa lebih banyak,” jelasnya.

Fifi juga punya alasan kenapa daging dibagikan di hari terakhir tasyrik. “Agar masyarakat bisa punya jeda waktu untuk memasak daging kurban yang sebelumnya mereka terima,” ungkapnya. Ia yakin sebagian besar penerima juga sudah mendapatkan daging dari penyembelihan hewan kurban.

Tradisi ini, lanjut Fifi, akan terus berlanjut. Bahkan, tahun depan pihaknya menargetkan bisa membagikan lebih banyak lagi.

“Kalau bisa, minimal satu kilogram per paket,” pungkasnya. (aff)

Editor : Aditya Novrian
#Matos #Tasrik