Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Merasa Lebih Diuntungkan saat Kirim Tebu ke PG Luar Malang

Mahmudan • Kamis, 19 Juni 2025 | 17:03 WIB
HARGA TINGGI: Truk mengangkut tebu untuk dikirim ke pabrik gula kemarin (18/6). Banyak petani tebu asal Malang yang memasok tebu ke PG di Kediri dan Blitar.
HARGA TINGGI: Truk mengangkut tebu untuk dikirim ke pabrik gula kemarin (18/6). Banyak petani tebu asal Malang yang memasok tebu ke PG di Kediri dan Blitar.

KALIPARE – Selama harga tebu lokal tidak dinaikkan, banyak petani yang terus memasok pabrik gula (PG) di luar daerah, seperti Blitar dan Kediri. Sebab, harga jual tebu akan meningkat saat jika dikirim ke PG luar Malang.

Setidaknya, itulah yang dirasakan Gaguk, salah satu petani tebu asal Desa Kaliasri, Kecamatan Kalipare. Musim giling tahun ini, dia memberangkatkan 135 rit per hari. Setiap rit membawa muatan sekitar 30 kuintal. Jika semua bermuatan 30 kuintal, maka jumlah tebu yang dikirim ke Kediri mencapai 4.050 kuintal per hari. ”Saya fokus kirim ke PG luar, di Kediri,” kata Gaguk ketika ditemui di rumahnya kemarin (18/6).

Pengiriman menyasar dua PG, yakni PG Pesantren Baru dan PG Meritjan. Kedua PG tersebut berani membeli tebu asal Malang dengan harga Rp 92 ribu-Rp 94 ribu per kuintal. Sementara jika dijual ke PG di Malang dibanderol Rp 75 ribu sampai Rp 84 ribu per kuintal. Dengan harga tersebut, Gaguk dan petani lain yang memasok tebu ke luar daerah dapat keuntungan hingga Rp 8 ribu sampai Rp 17 ribu per kuintal. Dengan estimasi 4.050 kuintal per hari, maka ada selisih Rp 32,4 juta sampai Rp 68 juta per hari. Namun angka tersebut masih harus dikurangi biaya transportasi dari Malang ke Kediri.

Sebelumnya diberitakan, tingginya harga tebu luar daerah dibanding tebu lokal karena ada pemberlakuan subsidi dari PG. Ketentuan tersebut tidak hanya berlaku bagi petani lokal yang memasok tebu ke luar Malang, tapi juga petani luar daerah yang memasok tebu ke PG di Malang, termasuk PG Krebet Baru, Bululawang dan PG Kebonagung, Pakisaji. Oleh karena itu, banyak tebu luar daerah yang masuk ke Malang.

Sementara petani tebu yang lain, Tritis Sutrisno juga mengirim tebu ke luar daerah. Harga yang diperoleh Rp 92 ribu per kuintal. Namun dia tidak menjelaskan spesifik PG RMI, PG Pesantren Baru atau PG Meritjan yang dikirimi tebu. “Setiap hari kirim, termasuk tanggal merah, selama 7 bulan musim tebu,” ucap dia. (biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#tebu #luar daerah #Harga #pabrik gula