Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Anggota OPEC+ Menyepakati Peningkatan Produksi Minyak yang Lebih Besar dari Target Bulan Agustus

A. Nugroho • Minggu, 6 Juli 2025 | 07:27 WIB
Beberapa Anggota Opec pada suatu acara yang digelar di tahun 2025
Beberapa Anggota Opec pada suatu acara yang digelar di tahun 2025

 

RADAR MALANG - Delapan anggota aliansi negara penghasil minyak OPEC+ telah menyepakati untuk meningkatkan produksi minyak mentah kolektif pada hari Sabtu, 5 Juli 2025. Dilansir dari CNBC.com, negara-negara tersebut sepakat untuk menambah produksi minyak mentah mereka sebesar 548.000 barel per hari.

 

Salah satu penyebab peningkatan ini adalah serangkaian pemotongan pasokan sukarela yang terus mereka buka.

 

Kedelapan anggota aliansi ini merupakan negara-negara penghasil besar minyak bumi, antara lain adalah:

Mereka melakukan pertemuan secara digital atau daring sehari sebelumnya dengan harapan untuk meningkatkan produksi dengan jumlah yang lebih sedikit, yaitu 411.000 barel per hari.

 

Sekretariat OPEC mengaitkan keputusan negara-negara tersebut untuk menaikkan produksi harian bulan Agustus sebesar 548.000 barel yang diungkapkan dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari CNBC.

 

Delapan negara tersebut telah menerapkan dua perangkat pemotongan produksi sukarela di luar kebijakan formal aliansi OPEC+ yang lebih luas. Berikut dua terapan produksi minyak kedelapan negara tersebut yang dilansir dari CNBC:

 

Berawal dari tujuan mereka yang ingin meningkatkan produksi diangka 137.000 barel per hari hingga September 2026, tetapi baru bisa mempertahankan laju tersebut pada bulan April. Akhirnya aliansi tersebut melipatgandakan kenaikan produksi menjadi 411.000 barel per hari pada bulan Mei, Juni, dan Juli sebelum dipercepat lagi pada bulan Agustus mendatang.

 

Perang Iran-Israel juga membuat harga minyak sempat membengkak dalam beberapa minggu. Selain itu lonjakan permintaan pada musim panas juga membuat pembengkakan harga tersebut sempat terjadi.

 

Pada akhir sesi hari Jum'at kemarin, harga minyak berjangka ditutup pada angka 68,30 dollar AS per barel untuk minyak mentah Brent Ice dengan waktu kontrak kedaluwarsa di bulan September dan juga 66,50 dollar AS per barel minyak mentah untuk bulan Agustus yang berkontrak dengan Nymex US West Texas Intermediate. (cj)

Editor : A. Nugroho
#bisnis #Produksi #irak #minyak #ekonomi #arab saudi #Kontrak #politik #Peningkatan #opec #Hasil #pasokan #kuwait #iran #Rusia #Israel