Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Potret Perjuangan Pedagang Kopi Keliling di Jalan Veteran Malang, Tak Takut Panas atau Hujan, Tapi Lari saat Satpol PP Datang

A. Nugroho • Jumat, 11 Juli 2025 | 17:13 WIB
TANGGUH: Penjual Starling berjajar di Jalan Veteran Kota Malang.
TANGGUH: Penjual Starling berjajar di Jalan Veteran Kota Malang.

MALANG KOTA - Jalan Veteran Kota Malang, kini bukan hanya jadi jalur padat kendaraan dan mahasiswa. Tapi kini, jalan ini juga dikenal sebagai surganya es kopi kekinian. Selain rasanya enak, harganya juga ramah di kantong. Deretan gerobak kopi keliling berjajar rapi setiap pagi hingga malam. Mereka menyajikan menu racikan kopi modern dengan harga yang bersahabat.

 

Tak heran jika gerobak-gerobak kopi ini mendapat julukan Starbucks Keliling atau dikenal dengan Starling. Pilihan menunya seperti es kopi creamy, hazelnut, vanilla latte, hingga matcha latte. Dengan menu-menu tersebut para penjual Starling sukses menarik perhatian mahasiswa, pekerja kantoran, hingga pemotor yang lewat. Termasuk sejumlah pejalan kaki yang ingin menyegarkan tenggorokan tanpa harus masuk ke kafe mahal.

 

Aji, penjual Starling di Jalan Veteran Kota Malang, mengaku sudah berjualan di kawasan itu sejak empat bulan lalu. Setiap harinya, dia mulai berjualan kopi keliling sejak pukul 09.00 hingga malam hari.

 

Harga yang ditawarkan Aji dan pedagang lain sangat terjangkau. Mulai dari Rp 9.000 hingga Rp 14.000 per gelas. Kopi disajikan dalam cup bening bersegel rapi, dengan nama brand masing-masing. Lengkap dengan sedotan, sehingga menambah kesan kekinian ala kopi kafe bintang 5.

“Kebanyakan yang beli anak kuliah. Ada juga yang sengaja mampir pas jalan kaki atau lewat naik motor,” kata Aji, saat ditemui Rabu, 9 Juli di sela-sela istirahatnya.

 

Namun, di balik konsep jualan yang kekinian, para penjual Starling justru hidup dalam situasi serba tidak pasti. Selain panas atau hujan, tantangan besar mereka adalah kehadiran Satpol PP.

“Kalau hujan ya tinggal pasang payung. Tapi kalau Satpol PP datang, saya pergi pelan-pelan ninggalin tempat ini,” ujar Aji sambil tersenyum.

 

Menurutnya, cuaca ekstrem bisa diatasi dengan perlengkapan sederhana. Tapi kalau penertiban datang mendadak, mereka hanya bisa pasrah.
Rangga, penjual Starling yang lain, mengatakan Satpol PP juga menjadi masalah terbesarnya. Bahkan, pria asal Tulungagung ini mengaku pernah hampir dirazia. “Kalau kelihatan ada yang datang, saya langsung pergi,” ungkap Rangga yang ternyata juga mahasiswa di salah satu kampus Malang ini.

 

Bahkan saat ditemui Rabu (9/7) lalu, ketika mendengar suara sirene, Rangga langsung berdiri dan melihat ke arah datangnya suara. Ternyata, bukan sirene Satpol PP melainkan ambulans. “Wooo…ambulans,” katanya.

Selain Aji dan Rangga masih banyak lagi pejuang kopi di Jalan Veteran. Di sepanjang trotoar itu, setidaknya ada lebih dari 10 penjual kopi keliling lain yang menyuguhkan varian menu serupa.

 

Meski tidak memiliki izin resmi, para penjual ini tetap menjaga kebersihan dan berusaha tidak mengganggu pengguna jalan lain. Mereka mengandalkan loyalitas pelanggan dan harapan bahwa besok tak ada penertiban mendadak.

 

Mereka tahu sebenarnya berdagang di atas trotoar bukanlah hal yang ideal. Tapi hal itu dilakukan semata-mata untuk mencukupi kebutuhan mereka dan keluarga. (bal)

Editor : A. Nugroho
#Perjuangan #mahasiswa #Kopi #malang #Starling #kopi keliling #jalan veteran