INTERNASIONAL - Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengecam pemerintah Israel karena dianggap menghalangi bantuan kemanusiaan ke Gaza. Dalam sebuah pernyataan pada 25 Juli 2025, Carney menyatakan bahwa Israel telah gagal menghentikan memburuknya bencana kemanusiaan dan bahkan menimbulkan hambatan serius terhadap distribusi bantuan penting. Ia menilai keterlambatan dan tahanan bantuan merupakan pelanggaran hukum internasional.
Carney menekankan bahwa bantuan yang didanai oleh Kanada sering terhambat karena Israel memegang kendali distribusi.
Ia mendesak agar proses distribusi diserahkan sepenuhnya kepada organisasi internasional seperti PBB atau Gaza Humanitarian Foundation yang didukung AS, demi memastikan bantuan sampai kepada warga yang membutuhkannya.
Selain menyerukan pembukaan akses bantuan, Carney juga meminta agar semua pihak terlibat segera berdialog untuk mencapai gencatan senjata.
Ia menyuarakan agar Hamas segera membebaskan sandera-sandera Israel, serta meminta Israel menghormati integritas wilayah Gaza dan Tepi Barat. Kanada pun menegaskan dukungannya terhadap solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian yang adil dan stabil.
Pernyataan tegas seperti ini merupakan posisi yang lebih kritis dibanding pemerintahan sebelumnya. Carney bergabung dengan Inggris dan Prancis dalam menyuarakan protes keras terhadap aksi militer Israel di Gaza dan telah menegaskan bahwa sanksi bisa diberlakukan jika kondisi tidak diperbaiki segera. (CJ)
Editor : A. Nugroho